Sabtu, 16 Desember 2017
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

Status Tanah Bekas EPF Tak Terdaftar di BPN

Editor: samian
Selasa, 05 Desember 2017
12
dok SBU
Bekas lokasi EPF Banyuurip kini telah kembali menjadi lahan pertanian.
SuaraBanyuurip.com
Lokasi EPF Banyuurip saat masih beroperasi.

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro - Bekas lokasi fasilitas produksi pertama atau Early Production Facility (EPF) Banyuurip, Blok Cepu, di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, status tanahnya hingga kini belum diketahui pemiliknya.

Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bojonegoro saat dikonfirmasi Suarabanyuurip.com menyampaikan, tidak ada pengajuan sertifikasi tanah seluas 19,4 hektar sejak dimanfaatkan sebagai lokasi EPF, dan sekarang telah kembali digunakan warga setempat sebagai lahan pertanian.

"Seharusnya, lahan yang digunakan untuk fasilitas industri migas itu segera disertifikatkan," kata Kasi Pengadaan Tanah BPN, Geger Teguh Yuwono, saat ditemui dikantornya, Selasa (5/12/2017).

Hal itu karena, tanah yang digunakan untuk proyek negara dulunya adalah tanah milik warga. Terlebih, tanah untuk EPF tersebut diketahui telah dibeli mitra Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS) sesuai keterangan yang diberikan kepada Suarabanyuurip.com selama ini.

"BPN tidak ada data sertifikasi tanah yang pernah digunakan untuk tanah EPF. Jadi, bisa kami pastikan tanah itu belum bersertifikat jika memang sudah dibeli dari pemilik aslinya," tegas Geger.

Baca Juga :

Komisi A Kaji Nilai Sewa EPF Blok Cepu

Sebut BSB Belum Bayar Fee Sewa EPF Blok Cepu

BBS Akui Terima 25 Persen Laba Sewa EPF Blok Cepu

Dari Petani Rp3000, Disewakan ke EMCL Rp300.000

Forkomas Ba-Ja : KPK Harus Usut Sewa Tanah EPF Blok Cepu

Tidak ada sanksi dalam penyertifikatan tanah, hanya saja apabila tidak diketahui pemiliknya maka pajak bumi dan bangunan akan dipertanyakan. Siapa yang membayar pajak tersebut.

Menurutnya, jalan satu-satunya untuk melacak pemilik tanah EPF tersebut adalah melalui operator Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) dan PT BBS yang melakukan transaksi bisnis untuk penggunaan tanah itu.

Terpisah, Direktur Operasional PT BBS, Tonny Ade Irawan, saat dimintai keterangan menyebutkan, tanah bekas EPF telah dibeli oleh mitranya. Namun, pihaknya enggan menyebut siapa mitra yang dimaksud.

"Tanahnya dibeli mitra PT BBS," ujarnya singkat.(rien)

Dibaca : 209x
FB
Ada 2 komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Rabu, 06 Desember 2017 05:50
Yahmin dan bbs spekulan besar;berdalih kepentingan negara tp menjadi tengkulak tanah; dibeli semurahnya disewakan ke exxon dg harga fantastis
Parmanu
Selasa, 05 Desember 2017 17:00
lha..... piye.... kok iso kecolongan.. sak mono suwene tahun.
kader KPK
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan