Sumur Tua Blora Jadi Tempat Belajar Pemkab Muba

Sabtu, 19 Oktober 2019, Dibaca : 284 x Editor : samian

Ahmad Sampurno
Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Blora, Suryanto (batik hijau) saat berikan sambutan distudi banding Pemkab Muba.


SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Banyuuasin (Muba) Sumatra Selatan, belajar pengelolaan sumur minyak tua yang saat ini dikelola Badan Usaha Milik Derah (BUMD) Blora, PT Blora Patra Energi (BPE) yang bekerja sama dengah penambang.

“Kami ajak Dirut BUMD Petro Muba dan rombongan untuk melakukan studi komparatif pengelolaan sumur minyak tua yang dikelola oleh masyarakat di Blora,” ujar Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Muba,Yusman Srijanto, Jumat (18/10/2019) kemarin.

Baca Lainnya :

    Selain di Blora, kata dia, rombongan sebanyak 12 orang itu juga melakukan hal yang sama di Kanupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

    Sementara itu Direktur PT Muba, Yuliar, menyampaikan, di Kabupaten Muba jumlah sumur minyak tua mencapai lebih kurang 400 sumur.

    Baca Lainnya :

      “Dalam kunjungan ini, antara lain membahas masalah hubungan kelembagaan, sisi operasional dan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal). Kami perbandingkan, dan rupanya di Blora ini sudah begitu settle pengelolaan sumur-sumur tuanya,” katanya.

      Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Kabupaten Blora, Suryanto, di ruang pertemuan gedung Samin Surosentiko, menyambut baik maksud dan tujuan kegiatan studi komparatif yang dilaksanakan oleh Pemkab Muba ke Blora.

      “Semoga ini menjadi jalinan kemitraan yang terus berkelanjutan, khususnya dalam sinergi dan teknis pengelolaan sumur minyak tua untuk meningkatkan pendapatan asli daerah,” kata Suryanto.

      Diakui, BPE beberapa kali dinilai menjadi contoh pengelolaan sumur minyak tua terbaik. Sehingga dipilih sebagai tempat studi banding dan kegiatan pengelolaan minyak sumur tua.

      Direktur Utama (Dirut) PT BPE, Christian Prasetya, pada kesempatan itu menyampaikan, jumlah sumur yang diberikan izin oleh PT Pertamina EP di Lapangan Ledok, sebanyak 196 titik sumur tua. Yang sudah beroperasi sebanyak 125 titik. Sedangkan di Lapangan Semanggi sebanyak 71 titik sumur tua, yang sudah beroperasi produksi 6 titik.

      Produksi dalam satu tahun di tahun 2018, kata Christian Prasetya, di lapangan Ledok sebanyak 9.290.890 liter atau 58.430 barrel.

      “Rata-rata dalam satu bulan, dapat memproduksi sebanyak 775.000 liter atau  4.870 barel,” ujarnya.

      Kemudian, untuk di lapangan Semanggi sebanyak 368.301 liter atau 2.315 barrel. Rata-rata dalam satu bulan dapat memproduksi 30.700 liter atau 193 barel.

      Jumlah tenaga kerja lokal, masyarakat desa Ledok yang terserap bekerja di sumur tua, lebih kurang 400 orang.

      Dia juga menyampaikan, bidang usaha lain yang dijalankan diantaranya, ada KSO (Kerja Sama Operasi) dan transportasi limbah.

      Lebih lanjut, pria berkaca mata minus ini mengaku, pada awal operasi perusahaan PT BPE diberi pinjaman modal oleh Pemkab Blora Rp1 miliar sejak beroperasi pada tahun 2010. “Namun saat ini, BPE memiliki laba bersih Rp1,2 miliar dan sudah mengembalikan modal kepada pemkab,” jelasnya.(ams)


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more