Selasa, 21 Oktober 2014
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Tahun Ini SRE Eksplorasi Migas di Bojonegoro

Editor: teguh
Rabu, 05 Juni 2013

SuaraBanyuurip.com - Ririn W

Bojonegoro - Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur mendapatkan anugerah yang luar biasa yaitu adanya minyak dan gas bumi (Migas). Hampir semua titik tanah di wilayah ini mengandung kekayaan alam yang tidak dapat diperbaharui tersebut.

Bukan hanya keberadaan sumur minyak Lapangan Banyuurip, Blok Cepu,tapi juga Sumur Tiung Biru (TBR), Sumur Sukowati, Blok Tuban, bahkan unitisasi gas Jambaran-Tiung Biru- Cendana yang mulai tahap eskplorasi. Tentu saja hal ini akan menambah pemasukan daerah melalui dana bagi hasil migasnya.

Sekarang, wilayah Kabupaten Bojonegoro akan masuk kembali menjadi bagian salah satu blok migas yaitu Blok Blora dengan operator PT Sele Raya Energi (PT SRE).

Kepala Sumber Daya Alam (SDA) Pemkab Bojonegoro Fajar Yudhi  mengatakan,Blok Blora ini ditandatangani oleh Pemerintah Pusat pada tanggal 30 November 2009 dengan masa kontrak 6 tahun. Blok Blora ini masuk di 2 Provinsi yaitu Provinsi Jatim dan Jateng, Dalam kontrak yang telah ditandatangani, PT SRE berkomitmen untuk melaksanakan eksplorasi pada Blok Blora dengan minimal pemboran 2 sumur eksplorasi.

"Satu sumur eksplorasi sudah dikerjakan di Kabupaten Pati dengan hasil yang tidak menggembirakan, dan kali ini sedang mencoba peruntungannya di perbatasan timur blok ini," jelasnya.

Dengan berbekal data–data seimik 2D awal yang merupakan data beberapa survey tahun 1974 hingga tahun 2000, pihak PT SRE mengidentifikasikan adanya beberapa struktur geologi yang menarik. Akhirnya pada kesimpulan untuk membagi blok menjadi 3 area yaitu Area Tugu, Area Mahesa, dan Area Lengobiru dan Garuda.

Dia mengungkapkan, dari area – area sebagaimana tersebut di atas, di tahun 2013 ini PT SRE akan melaksanakan kegiatan di Area Lengobiru yang terletak di Kabupaten Bojonegoro dan Ngawi Provinsi Jawa Timur, serta Kabupaten Blora, Provinsi Jawa Tengah. Area Lengobiru dan Garuda dipandang sangat menarik mengingat area ini bersebelahan langsung dengan Blok Gundih dengan lapangan Tiung Biru, dan Blok Cepu dengan lapangan Jambaran-nya.

"Untuk itu pihak SRE memilik harapan yang sangat besar bisa menemukan prospek migas di wilayah ini," imbuhnya.

Dia ungkapkan, untuk wilayah Bojonegoro survey seismik 2D ini akan melewati 2 Kecamatan yaitu Kecamatan Ngraho, dan Kecamatan Margomulyo. Untuk itu tim Optimalisai Kandungan Lokal dalam acara ini berpesan kepada PT SRE beserta kontraktor yang mengerjakan seismik di Kabupaten Bojonegoro ini untuk melaksanakan sosialisasi di tingkat kecamatan dan desa, serta selalu mentaati Perda 23 tahun 2011 dan juga peraturan–peraturan yang lain yang berlaku. (rien)



Dibaca : 647x
FB
Ada 1 komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Rabu, 05 Juni 2013 16:14
Buuuaangeten, mosok kab.bojonegoro sbg penghasil migas terbesar tetapi nama2 bloknya sangat aneh, Blok cepu kek, Blok tuban kek, Blok nona kek dan yg terakhir malah Blok blora. Sakit rasanya bila di tela'ah secara mendalam. Sing gae jeneng pancen celeng.
Jaman
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>