Selasa, 13 November 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Tak Keluarkan CT Scan, Mahasiswa Unirow Datangi RSUD

Editor: nugroho
Jum'at, 22 November 2013
edi purnomo
DATANGI RSUD DR R. KOESMA : Mahasiswa Unirow Tuban sesaat sebelum melakukan hearing dengan pihak rumah sakit.

SuaraBanyuurip.com - Edy Purnomo

Tuban – Belasan mahasiswa Universitas Ronggolawe Tuban, Jawa Timur mendatangi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) DR R Koesma, Kamis (22/11/2013). Mereka mempertanyakan tidak dikeluarkannya CT Scan untuk salah satu pasien yang kurang mampu yang berobat di rumah sakit tersebut.

"Pasien tersebut adalah Sungadi (50), warga Dusun Jarkali, Kelurahan Gedongombo, Semanding, Tuban," terang salah satu perwakilan mahasiswa Arif.

Dia mengatakan, kalau kedatangan dia dan teman-temannya tersebut untuk mempertanyakan kenapa CT Scan tersebut tidak kunjung dikeluarkan. Padahal itu penting, karena Sungadi, yang terkena tumor usus tersebut memerlukan CT Scan untuk melanjutkan pengobatan ke RS Dr Soetomo, Surabaya, dengan bantuan biaya yang berasal dari beberapa donatur yang merasa simpati.

"Dia sudah kami bawa ke Surabaya, tapi ditolak. Karena mereka membutuhkan CT Scan dari Rumah Sakit sini," tutur Ali Yafi, mahasiswa lain.

Selain itu mahasiswa merasa jengkel dengan pelayanan dari RSUD Dr R Koesma karena hanya sekedar beralasan kalau alat yang diperlukan sedang rusak. Sementara tidak pernah ada pemberian solusi pada pasien yang sedang kritis tersebut.

"Kenapa tidak ada solusi kalau alat rusak? Apa karena itu pasien tidak mampu?" timpal Arif, menambahkan temannya.

Setelah menunggu sekitar dua jam, mereka hanya ditemui bidang medis rumah sakit karena Direktur RSUD R Koesma beralasan sedang berada diluar kota. Pertemuan tersebut digelar tertutup oleh pihak Rumah Sakit dan hanya dilakukan dengan perwakilan mahasiswa saja yang datang.

"Belum ada jawaban pasti.  Katanya mau dikordinasikan lagi," kata Arif, usai melakukan hearing dengan bidang medis RS setempat.

Saat akan dikonfirmasi masalah ini, Direktur RSUD Dr R Koesma Tuban, Dr Zainul Arifin, belum bisa dihubungi. Beberapa kali  telpon dari wartawan yang menghubunginya tidak diangkat, meski terdengar nada sambung.

Diketahui, Sungadi, merupakan pekerja pemungut sampah yang menderita tumor usus sejak dua tahun terakhir. Saat ini pria itu hanya tergeletak di rumah karena penyakit yang deritanya. Ketika ada beberapa orang, termasuk mahasiswa, yang berusaha membawanya berobat, justru terganjal dengan administrasi yang berbelit dari RSUD R Koesma.(edp)

Dibaca : 1927x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan