Tambang Rakyat Kajengan Tewaskan Seorang Warga

Sabtu, 07 September 2019, Dibaca : 486 x Editor : samian

Ahmad Sampurno
EVAKUASI : Petugas keamanan TNI, Polri, dan tenaga medis bersama warga saat melakukan evakuasi korban yang tertimbun batu.


SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora - Tambang rakyat di Desa Kajengan, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, menewaskan seorang warga setempat saat bekerja.

Peristiwa maut itu terjadi pada Kamis (5/9/2019) siang kemarin. Korban bernama Rasmin (50) tewas seketika diduga tertimbun bebatuan saat melakukan penggalian. Warga bergotong royong mengevakuasi korban sebelum pihak berwajib dan tenaga medis datang ke lokasi.

Baca Lainnya :

    Kapolsek Todanan, Iptu Isnaini, menyampaikan, pada Kamis (5/9/2019), sekitar pukul 15.30 WIB telah mendapat laporan adanya korban meninggal dunia (MD) diduga tertimbun batu galian C di Desa Kajengan.

    Semula, korban pada pukul 13.00 WIB tambang yang tidak lebih dari 10m2 itu bersama warga lain mulai melakukan penggalian tanah untuk mengambil batu dengan cangkul. Pada lahan tegalan milik seorang warga setempat.

    Baca Lainnya :

      "Tiba-tiba batu yang berada di atasnya runtuh dan menimpa korban," ujarnya, kepada Suarabanyuurip.com, Sabtu (7/9/2019).

      Tidak lama kemudian, Polisi dan TNI bersama tenaga medis Puskesmas Todanan untuk makukan pemeriksaan.

      "Korban dinyatakan meninggal dunia tertimbun longsoran batu galian hingga mengakibatkan cedera berat," ungkapnya.

      Di jelaskan, bahwa lokasi galian adalah tabang rakyat. Bukan milik pengusaha. "Luasnya kira-kira 6 m2," kata dia melalui telephonnya.

      Lahan itu, menurut kapolsek, lokasi tersebut mau diratakan karena kondisinya berbukit. Setelah rata, rencananya akan dimanfaatkan untuk lahan pertanian.

      "Galinya itu ya pakai alat tradisional," tandasnya.

      Terpisah, Kepala Desa (Kades) Kajengan, Sugiyanto,  menyampaikan, bahwa tambang itu sudah ada sejak lama.

      "Sudah bertahun-tahun. Sebelum saya menjabat kades tambang itu sudah ada," ujarnya.

      Selama ini, kata dia, pihak pemdes tidak pernah diajak koordinasi perihal penggalian tambang tersebut.

      "Selama ini tidak pernah ada komunikasi dengan kami," ujarnya.(ams)


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more