Minggu, 19 November 2017
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

Tas Kresek Seharga Rp45 ribu

Editor: nugroho
Jum'at, 27 November 2015
d suko nugroho
KREATIF : Retno menjelaskan cara membuat Handicrafts dari bahan kantong plastik usai menjadi nara sumber di diskusi JIM.

SuaraBanyuurip.com

Kantong plastik atau tas kresek selama ini sekadar menjadi limbah. Namun dengan sentuhan kreatif, sampah non organik itu memiliki nilai jual tinggi.  

HIASAN bunga warna warni tertata rapi di dalam keranjang kayu kecil di atas meja Pendapa Kelurahan Sumbang, Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Di sampingnya terdapat tempat tisu warna kuning kombinasi biru dan merah muda.

Jika dilihat sepintas, siapapun tidak akan menyangka bila hiasan tersebut terbuat dari kantong plastik. Karena hiasan itu memiliki tekstur berkerut. Namun setelah dipegang baru terasa jika hiasan tersebut terbuat dari plastik.      

Kedua hiasan itu merupakan hasil kerajinan Retno Pujiastuti. Di tangan warga Jalan Panglima Polim, Kelurahan Sumbang, inilah tas kresek yang selama ini menjadi limbah telah sulap menjadi beragam bentuk yang memiliki nilai jual tinggi.

Di antaranya bunga, tempat tisu, dompet, dan bros. Untuk harga tempat tisu ukuran besar seharga Rp45.000. Sedangkan ukuran kecil antara Rp20 ribu – Rp25 ribu. Sedangkan untuk harga bros antara Rp7.500 sampai Rp15.500.

“Untuk satu bros hanya membutuhkan bahan satu tas kresek,” kata Retno saat menjadi nara sumber dalam diskusi Jaringan Informasi Masyarakat (JIM) bentukan Lembaga Informasi dan Komunikasi Masyarakat Banyuurip Bangkit (LIMA 2B), mitra ExxonMobil Cepu Limited, di Kelurahan Sumbangan, Kamis (26/11/2015) kemarin.

Daur ulang plastik yang dilakukan Retno ini berawal setahun lalu. Ketika itu dirinya melihat kantong plastik yang tidak termanfaatkan dan menjadi sampah.  

Dari situlah akhirnya Retno tergerak untuk mencoba mendaur ulang. Pertama kali, dia mencoba membentuknya menjadi sebuah tempat tisu.

Namun berkali-kali gagal. Karena jenis plastik tak mudah dibentuk. Selain mudah robek, jika terlalu panas plastik bisa meleleh.

Namun begitu, istri Bakti Arifin itu tak patah arang. Ia terus mencoba hingga akhirnya menemukan cara yang tepat untuk mendaur ulang.

Sebagai ibu rumah tangga yang setiap hari belanja, pasti mendapat tas kresek. Inilah yang mendorong saya bagaimana cara memanfaatkannya
Caranya adalah dengan meletakkan tas kresek di antara kertas minyak. Kemudian lembaran-lemaran kertas itu disetrika dengan suhu yang sudah disesuaikan sehingga menghasilkan kerutan dan mudah dibentuk sesuai yang diinginkan.

“Sebagai ibu rumah tangga yang setiap hari belanja, pasti mendapat tas kresek. Inilah yang mendorong saya bagaimana cara memanfaatkannya,” ujar perajin B’Art Handicrafts ini.  

“Apalagi selama ini masih jarang daur ulang sampah non organik. Kebanyakan daur ulang sampah organik,” lanjut dia.

Dengan keterampilannya, Retno sekarang ini banyak mendapat tawaran untuk memberikan pelatihan kepada ibu-ibu di desa-desa. Karena daur ulang kertas ini mudah dilakukan oleh kaum perempuan di sela-sela kesibukan sebagai ibu rumah tangga.

“Dengan begitu mereka bisa mendapatkan tambahan penghasilan untuk keluarganya,” pungkas Retno.

Produk handicrafts Retno ini telah merambah pasar lokal Bojonegoro hingga keluar pulau Jawa. Karena kerajinan itu dipasarkan secara online.  Bahkan dengan kreatifitasnya, Retni berhasil meraih juara 1 kader lingkungan berprestasi tingkat Provinsi Jawa Timur tahun 2015.

Nara sumber lainnya, Manager on Air Radio SBI, Iwan Siswoyo, menjelaskan, ada empat hal yang perlu diperhatikan dalam branding sebuah usaha. Yakni 4 P meliputi produk, price (harga), place (tempat), dan promotion (iklan).

Ketua LIMA 2B, Mugito Citrapati berharap, kreatifitas ini dapat ditularkan kepada kaum perempuan di wilayah operasi EMCL. Selain sebagai solusi mengatasi masalah lingkungan akibat sampah non organik, juga menjadi sumber pendapatan warga.

“Sedangkan untuk pemasarannya nanti bisa difasilitasi JIM yang sudah terbentuk ini. JIM yang akan mencari jejaringnya,” pungkas Mugito.(athok moch nur rozaqy)

 

Dibaca : 684x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan iklan
iklan