Selasa, 16 Oktober 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

Tiga Permintaan Rosneft Sebelum Kelola Kilang Tuban

Editor: samian
Rabu, 30 Mei 2018
Ali Imron
MINTA JAMINAN KESEJAHTERAAN : Wabup Tuban, Noor Nahar Hussein beberkan tiga item permintaan Rosneft.

SuaraBanyuurip.comAli Imron

Tuban- Setelah mengikuti rapat di Surabaya pada Kamis (24/5) kemarin, Wakil Bupati Tuban, Jawa Timur, Noor Nahar Hussein, membeberkan jika investor Rosneft Oil Company memiliki tiga permintaan sebelum mengelola proyek Kilang NGRR Tuban.

Pertama, meminta investasinya dibebaskan pajak atau Tax Holiday selama kilang berlangsung. Kedua, meminta adanya peraturan khusus yang mengawal kilang pengolahan minyak berkapasitas 300 ribu barel per hari (bph). Ketiga, lahan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) harus dilepas ke Rosneft langsung.

"Kemarin tiga item itu yang diminta Rosneft," ujar Wabup Tuban, saat dikonfirmasi suarabanyuurip.com, di gedung DPRD Jalan Teuku Umar Tuban, Rabu (30/5/2018).

Dalam rapat tertutup, Rosneft sebenarnya ingin mematangkan sekaligus klarifikasi persiapan kilang kepada Pemkab, Gubernur, dan kepastian dari beberapa kementerian terkait. Permintaan ini karena Kilang Tuban, menjadi proyek terbesar Rosneft di luar Rusia dengan investasi 14 miliar US dollar.

"Soal opsi Pertamina menyediakan lahan di Situbondo itu tak dibahas disana," terang Wabup dua periode kelahiran Kecamatan Rengel.

Keterangan Pelaksana tugas (Plt) Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati waktu rapat, semua hambatan/kendala soal regulasi akan diselesaikan melalui Peraturan Presiden (Perpres) yang mudah-mudahan keluar di awal Juli 2018. Perpres ini penting untuk menjawab hambatan antar lembaga, dan kementerian yang belum clear.

Menyikapi rencana pemindahan lahan kilang ke Situbondo, Wabup belum tahu persis alasannya. Apakah itu hanya strategi gertak sambal, pihaknya tak tahu karena belum ada info resminya. Kendati demikian, jika lahan di Tuban rumit ada peluang kilang akan dipindah.

Oleh karena itu, Pemkab Tuban, Pemprov Jatim meminta jaminan keberadaan kilang akan mengubah nasib warga sekitar Kilang akan lebih baik dari sebelumnya. Rosneft dan Pertamina harus bekerja keras untuk meningkatkan kesejahteraan warga Jenu.

"Permintaan jaminan itu karena Pemkab tak memiliki wewenang untuk mengatur lowongan pekerjaan dan sebagainya," tegasnya.

Melihat kesan negatif industri di Tuban selama ini, Wabup meminta Rosneft dan Pertamina untuk belajar. Jangan sampai pengalaman pahit atau kegagalan di TPPI, Terminal BBM, PLTU Tanjung Awar-awar terulang di Kilang Tuban.

Waktu lalu, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan menambah jumlah sektor yang bisa mendapatkan fasilitas libur Pajak Penghasilan (PPh) badan atau biasa disebut tax holiday. Rencananya, penambahan sektor ini akan disertakan ke dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) anyar ihwal tax holiday yang kini tengah diundangkan pemerintah.

Direktur Jenderal Pajak Kemenkeu Robert Pakpahan, mengatakan sektor penerima tax holiday akan ditambah menjadi 17 sektor dari ketentuan sebelumnya sembilan sektor saja, seperti yang tercantum di dalam PMK Nomor 159 Tahun 2015.

Usulan ini didapat dari usulan kementerian dan lembaga terkait di dalam rapat koordinasi beberapa waktu yang lalu. Di dalam rapat tersebut, Kemenkeu tak menentukan sektornya, tetapi hanya menentukan urgensi pemberian tax holiday bagi sektor-sektor tersebut.

Dengan penambahan sektor ini, Kemenkeu yakin peminat tax holiday bisa semakin banyak. Selain menambah sektor, Kemenkeu juga mempersingkat proses tax holiday dari 45 hari menjadi lima hari saja serta mengubah durasi dan persentase pengurangan pajak.

Di dalam ketentuan barunya, tax holiday bisa diberikan selama 20 tahun jika nilai investasinya lebih besar dari Rp30 triliun. Tak hanya itu, persentase pengurangan pajaknya pun kini dipukul rata 100 persen setelah sebelumnya Kemenkeu memberi rentang pengurangan PPh badan 10 hingga 100 persen.

Sebelumnya, PMK Nomor 159 Tahun 2015 mencatat sembilan sektor yang berhak menerima tax holiday. Kesembilan sektor itu antara lain yakni industri logam hulu, pengilangan minyak bumi, industri kimia dasar organik, permesinan, dan pengolahan berbasis pertanian kehutanan dan perikanan. (Aim)

Dibaca : 1742x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan iklan iklan
iklan