Tingkatkan Kualitas Bidan Desa Blok Cepu

Selasa, 29 Mei 2012, Dibaca : 1720 x Editor : nugroho

ist
Tingkatkan SDM : Bidang desa di Kabupaten Bojonegoro dan Tuban mengikuti pelatihan pencegahan infeksi.


SuaraBanyuurip.com -Ririn W

Bojonegoro- Operator Migas Blok Cepu, Mobil Cepu Limited (MCL) bekerjasam dengan Jhpiego terus berupaya meningkatkan kualitas tenaga kesehatan di Kabupaten Tuban dan Bojonegoro, Jatim, yang masuk wilayah kerjanya. Salah satunya adalah memberikan pelatihan pencegahan infeksi bagi bidan desa yang dipusatkan di ruang Pertemuan Dinas Kesehatan Tuban, Senin dan Selasa (28-29/5).

Baca Lainnya :

    Di Kabupaten Tuban ada 15 polindes yang menjadi sasaran program ini. Sedangkan di Bojonegoro terdapat 2 Bidan Desa dari Desa Bandungrejo dan Desa Begadon serta Bidan Koordinator Ngantru dan Ngasem, Kecamatan Ngasem. Disertakannya bidan desa dari Bojonegoro ini dikarenakan ada pergantian bidan ditempat tersebut.

    Sesuai hasil baseline survey singkat yang dilakukan Jhpiego pada bulan Januari 2012 lalu, menunjukkan praktik pencegahan infeksi masih belum memadai di 15 Polindes di 15 desa wilayah kerja MCL baik di Kabupaten Tuban. Hal itu diantaranya dikarenakan keterbatasan sarananya maupun kepatuhan petugas terhadap standar pencegahan infeksi.

    Baca Lainnya :

      Technical Advisor And Government Relation Jhpiego, dr Djoko Soetikno menjelaskan,  dalam program peningkatan pelayanan kebidanan dan kesehatan dasar yang dilakukan ini merupakan kerjasama Dinas Kesehatan Tuban, Jhpiego dan MCL yang sudah disepakati bersama.

      “Ini (Pelatihan Standarisasi Pencegahan Infeksi) perlu dilakukan agar dapat meningkatkan kinerja sesuai standard pelayanan kesehatan yang berkualitas,” ungkap Djoko.

      Ditambahkan setelah pelatihan standarisasi Pencegahan infeksi bagi bidan desa nantinya dilanjutkan dengan kegiatan on the job mentoring di 15 Polindes yang diintervensi atau kegiatan ini disebut juga sebagai Work at Clinic.

      “ Ini sebagai bentuk tindak lanjut pasca pelatihan dan sekaligus memberikan pengalaman kepada Bidan koordinator Puskesmas untuk menerapkan supervise  pencegahan infeksi dengan benar,” imbuh pria kelahiran Bandung, Jawa Barat ini.

      Rencananya, setelah pelatihan ini akan dilanjutkan praktikum di masing-masing Polindes mulai (30/5 – 1/6). (suko)


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more