Sabtu, 22 September 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Tuban Dinobatkan Penghasil Jagung Tertinggi Tingkat Nasional

Editor: samian
Jum'at, 13 Juli 2018
Ali Imron
SIMBOLIS : Kementan saat menyerahkan penghargaan kepada Wabup Tuban Noor Nahar Hussein.

SuaraBanyuurip.comAli Imron

Tuban - Di tahun 2018, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, dinobatkan sebagai daerah penghasil jagung tertinggi di tingkat nasional. Capaian tersebut diapresiasi Kementerian Pertanian (Kemenpan) Republik Indonesia (RI) melalui sebuah penghargaan.

"Penghargaan ini diukur dari musim tanam pada bulan Oktober 2016 sampai dengan September 2017," ujar Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tuban, Murtadji, kepada suarabanyuurip.com, Jumat (13/7/2018).

Murtadji menegaskan, meningkatnya produksi jagung tidak terlepas dari keberhasilan pelaksanaan program peningkatan LTT di Kabupaten Tuban pada tahun 2017. Secara nasional dari target LTT untuk produksi Jagung di Tuban seluas 97.067 Hektar (Ha) dapat terealisasi 119.118 Ha atau 122.7%, dengan produksi mencapai 606.163 ton dan produktifitas sebesar 5.4 ton per Ha.

Berdasarkan evaluasi yang dilakukan, Kabupaten Tuban berhasil menjadi yang tertinggi di Jatim. Sedangkan Jatim sendiri merupakan provinsi tertinggi tingkat nasional dalam peningkatan produksi Jagung.

"Areal tanam jagung di Tuban tersebar diseluruh kecamatan,” Ujar Mantan Camat Bancar.

Kendati demikian, ada beberapa kecamatan yang memiliki potensi tanam jagung terbesar diantaranya Kecamatan Montong dengan luas 16.626 Ha, Kecamatan Kerek seluas 17.079 Ha,  Kecamatan Grabagan seluas 10.584 Ha dan Kecamatan Semanding seluas 10.502 Ha.

Wakil Bupati Tuban, Noor Nahar Hussein, menambahkan, peningkatan produksi jagung di Bumi Wali (sebutan lain Tuban) tak lepas dari upaya intensifikasi pertanian yang ditingkatkan melalui adopsi inovasi teknologi pertanian kepada petani, Kelompok Tani (Poktan) dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan). Salah satunya dikembangkan dengan pola tanam tumpang sisip.

Dilain sisi, keberhasilan pembangunan disektor pertanian di Tuban juga karena adanya program peningkatan infrastruktur, dan penyediaan sarana dan prasarana pertanian, dan pengembangan Sumber Daya Air pertanian. Diantaranya pembangunan dan perbaikan jaringan irigasi pertanian, peluasan jaringan irigasi tersier dan kwarter melalui pengadaan pompanisasi dan pipanisasi, pembangunan embung dan optimalisasi pemanfaatan Sumber Daya Air lainnya serta optimalisasi pemanfaatan alat dan mesin pertanian (Alsintan).

"Tingginya produksi jagung juga menumbuhkan potensi investasi seperti usaha penangkaran/pembenihan jagung, industri tepung jagung, industri makanan ringan berbahan dasar jagung, industri pakan ternak dan limbah hasil panen jagung," sergah Wabup asal Kecamatan Rengel.

Sebatas diketahui, penghargaan ini diberikan oleh Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Dr. Ir. Sumarjo Gatot Irianto, MS. DAA. Kepada Wakil Bupati Ir. H. Noor Nahar Hussein, M.Si pada acara Evaluasi Luas Tambah Tanam (LTT) Padi, Jagung, Kedelai Provinsi Jawa Timur, dan Persiapan Penyusunan angka ramalan (Aram) I tahun 2018 di Hotel Aria Gajayana Malang, Kamis (12/07) kemarin.

Penghargaan yang baru pertama kali diberikan oleh Kementan ini adalah apresiasi yang didasarkan pada evaluasi Upaya Khusus (UPSUS) peningkatan produksi Tahun 2017 di banding tahun 2016 yang terjadi peningkatan produksi padi, jagung dan kedelai yang signifikan di beberapa daerah di Indonesia.(Aim)

 

 

Dibaca : 1547x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan iklan