Turunkan AKI dan AKB Jadi Tugas Berat Bidan Blora

Senin, 20 Mei 2019, Dibaca : 500 x Editor : samian

Ahmad Sampurno
PELANTIKAN : Sebanyak 172 Pejabat fungsional bidan dan guru Kabupaten Blora, saat dilantik dan diambil sumpah/janji.


SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora - Masih tingginya Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB), menempatkan posisi Blora pada peringkat 10 besar di Jawa Tengah. Sehingga menjadi tugas berat para bidan untuk menurunkan AKI maupun AKB.

Hal itu diungkapkan Sekda Blora, Komang Gede Irawadi, saat upacara Pelantikan dan Pengambilan Sumpah/Janji Pejabat Fungsional Bidan dan Guru di Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora, Jawa Tengah, belum lama ini.

Baca Lainnya :

    Komang juga mengungkapkan, pada tahun 2018, AKI ada 13 kasus, AKB ada 148 kasus, dan kematian balita ada 17 kasus.

    "Ini yang harus kita tekan bersama," kata Komang.

    Baca Lainnya :

      Selain angka kematian ibu, bayi dan balita, Sekda juga menyampaikan bahwa Bupati Djoko Nugroho mencanangkan penurunan angka stunting di Kabupaten Blora yang angkanya juga masih cukup tinggi.

      “Jadi dua tugas besar ini harus menjadi perhatian ibu-ibu bidan semuanya. Apalagi bidan dan guru adalah pekerjaan yang sangat mulia, yakni melayani kebutuhan dasar masyarakat di bidang kesehatan dan pendidikan," jelasnya.

      Sementara Kepala BKD Blora, Anang Sri Danaryanto, menyampaikan, jumlah pejabat fungsional yang dilantik ada 172 orang yang terdiri dari 171 orang bidan dan 1 orang guru.

      “Mereka adalah CPNS dari PTT (Pegawai Tidak Tetap) yang diangkat pada April 2017 sebagai pejabat fungsional yang telah bekerja di sejumlah puskesmas, rumah sakit dan sekolah,” ucapnya.(ams)

       


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more