Selasa, 17 Juli 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Polemik Pembebasan Lahan Kilang Minyak Tuban

Warga Kaget Beredar Surat Pernyataan Persetujuan Berlogo Pemdes

Editor: nugroho
Senin, 02 Juli 2018
Ali Imron
MENAMBAH POLEMIK : Salinan surat pernyataan Kades Mentoso yang didapatkan Suara Banyuurip.

SuaraBanyuurip.comAli Imron

Tuban- Warga Remen dan Mentoso, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, mengaku terkejut dengan beredarnya surat pernyataan pembebasan lahan Kilang NGRR Tuban yang ditandangani Kades Remen dan Mentoso, dan Camat Jenu bersetempel dan bermaterai 6000, beberapa hari ini. Sebab warga merasa tidak pernah diberitahu jika mereka yang setuju lahannya dibebaskan uangnya akan ditransfer melalui rekening BNI pribadinya. 

"Surat itu melanggar hak warga namanya," ujar warga Mentoso, Aguk, saat dikonfirmasi suarabanyuurip.com, Senin (2/7/2018).

Aguk menegaskan, warga Remen dan Mentoso selama ini kompak tak mau menjual lahannya. Lahan itu tanah sah warga, dan kenapa Kades dan Camat menandatangani. 

"Surat tersebut tidak sah, dan warga mana yang menjual," tegasnya.

Senada disampaikan pemilik lahan di Remen-Mentoso, mbah Warto. Mantan Jaksa ini, kaget dengan adanya surat pernyataan tersebut. Warga akan menuntut siapapun yang bertandatangan di surat tersebut.

"Termasuk Bupati Tuban juga harus tanggungjawab," sergahnya. 

Sekretaris Desa (Sekdes) Remen, Tantomo, kaget bukan kepalang melihat surat pernyataan Kades berlogo pemerintah desa. Dia mengaku tak pernah membuatnya, dan tak tahu kapan Kades membuat surat tersebut.

"Saya nggak pernah buat surat pernyataan itu," jelasnya. 

Apapun surat yang dikeluarkan desa, seharusnya Sekdes yang membuatnya. Sedangkan untuk stampel, kades memiliki sendiri. 

"Nanti saya akan tanyakan surat ini ke Kades Remen," janjinya. 

Camat Jenu, Midun Riza Moh Maftuchin, membenarkan jika dia pernah menandatangani surat pernyataan yang diajukan Kades Remen dan Mentoso. Untuk tanggalnya, mantan Camat Bangilan ini kurang mengingatnya. 

"Iya, saya tandangani surat pernyataan itu," tambahnya. 

Alasan dia meneken surat itu, karena sudah ada tanda tangan dan berstempel dari Kades ring 1 Kilang Tuban patungan Pertamina-Rosneft Oil Company Rusia. Sebagai Camat baru, pihaknya menganggap kalau persoalan di lapangan selesai. 

Melihat redaksi surat itu, Camat Jenu menilai jika tidak semua warga setuju atas pembebasan lahan. Pro kontra baginya sudah biasa, sehingga tidak ada alasan baginya untuk tidak menandatanganinya. 

Sampai berita ini ditulis, Kades Remen, Eko Prasetyo, maupun Kades Mentoso, Saji belum bisa dihubungi oleh Suara Banyuurip. (aim)

Dibaca : 4840x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan