Kamis, 26 Mei 2016
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
Travo Gardu Listrik Terbakar Izin Wisata Wonocolo Tanggung Jawab Pemkab Disnakertransos Bakal Cek Data Korban di BPJS Landasan Helikopter J-TB Digenangi Air Dukung Warga Wonocolo Helat Sedekah Bumi Sedekah Bumi Pesarehan Setoyudo Tim Jurnalis Bojonegoro Keok Dipenyisihan Dewan Minta DPU Ingatkan Pelaksana Proyek Tuntutan Dipenuhi Pemblokiran Dibuka Pekerja Blok Cepu Tewas di Lokasi Proyek Bupati Lamongan Buka Turnamen Futsal Jurnalis Jalan Menuju J-TB Diblokir Warga Mobilisasi Logistik Pengeboran J-TB Dimulai Kualitas Wasit ISC B Tidak Profesional Tempat Karaoke Tutup Selama Ramadan Diminta Lebih Cepat Pelaksanaan Operasi Pasar 18 SPBU di Jatim Siap Uji Coba Dexlite 26 Mei 2016 MoU Kilang Tuban Diteken Siswanto Jabat Koordinator KAHMI Blora Dewan Pendidikan Nilai Sekolah Unggulan Diskriminatif Pemkab Belum Antisipasi Kebocoran Gas April 2017 PEPC Mulai Bor J-TB Pertamina EP Berharap Kelola SP Gas Nglajo Pelaksanaan US Menyisakan Catatan Merah Tak Ada Kenaikan BBM Saat Lebaran IME Tak Dipercaya Lagi Kelola Gas Flare Awal Juni KTM Mulai Giling Penuh 108 Pelajar Tunjukkan Tarian di Harkitnas DPU Sebut Plang Papan Proyek Hilang PP Kebut Pembangunan Jalan J-TB Potong 10% Seharga Fasilitas Blok Cepu Amerika Berminat Investasi Sektor Energi Petisi Tolak Kebangkitan PKI Soroti Proyek APBD Tanpa Plang Papan Nama Gelontor CSR Pendidikan Sekitar PPGJ Guru Bahasa Inggris Bojonegoro dapat Pelatihan Pemerintah Dukung Rosnef Jadi Mitra Pertamina Pertamina Siapkan Investasi Rp 2,1 Triliun Pengumuman Investor Kilang Tuban Molor Ketua MPR Nilai Bupati Suyoto Pemimpin Pancasilais Dua Kades Cekcok di Pameran BBGRM Pakde Karwo Buka Pameran BBGRM Ketua MPR Resmikan Jembatan Bojonegoro Cicak Berkepala Dua Gegerkan Warga Beji Pengendara Sepeda Motor Dominasi Kecelakaan di Cepu 10 Keputusan Penting Percepatan City Gas Blora Warga Rahayu Kesulitan Tangkap Peluang Usaha Minta JOBP-PEJ Perbaiki Jalan Lingkar Rahayu Sepakat City Gas Blora Dipercepat Warung Kopi Triwardoni Dibobol Maling Pemasangan Jargas di Bojonegoro Terancam Gagal Mitos Kunjungan Presiden ke Bojonegoro Belum Terpecahkan Minta PEPC Belajar Dari Blok Cepu Kantor HK Diblokir Warga Kelulusan Siswa Ditentukan Dewan Guru Program City Gas Belum Jelas Bupati Minta Dokumen Dicek Ulang KAHMI Desak Wakil Ketua KPK Mundur Gagalkan Pengiriman Minyak Olahan Ilegal Dewan Lakukan Sidak UN SMP Nilai Mapel IPS Dikuasai SMA Pinggiran Indeks Integritas SMA Lamongan Setara Surabaya Berharap Program CSR Sentuh Pendidikan Pertumbuhan Ekonomi Bojonegoro Melesat Lebihi Nasional Pendirian Patung KSB Terancam Sanksi Management Hotel Aston Bojonegoro Kunjungi Suara Banyuurip Nelayan Bulubanjarejo Hilang Pemkab Blora Rencanakan Bangun Museum Migas EMCL Akan Cek Rencana Pembongkaran ATW Proyek Banyuurip Berakhir, Rumah Kontrakan Mulai Sepi Tripatra Gelar Safety Riding Campaign di Puduk Deklarasi Dukung JIM Menulis Produktif Promosikan Potensi Desa Dengan JIM Perusahaan Migas Diharapkan Sentuh Masyarakat

Warga Ngunut Tuntut Kompensasi Penggunaan Lahan

Editor: nugroho
Rabu, 13 Februari 2013

SuaraBanyuurip.com - Ririn W

Bojonegoro - Beberapa warga Desa Ngunut, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur mendatangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat untuk mempertanyakan kompensasi penggunaan lahan mereka yang digunakan jalan poros kecamatan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro.

Salah satu perwakilan warga Desa Ngunut, Rustam, mengungkapkan, pada tahun 2012 lalu perwakilan warga telah mengirimkan surat ke DPRD untuk mengadukan nasib 99 Kepala Keluarga (KK) di Desa Ngunut yang tanah dimanfaatkan untuk jalan oleh Pemkab Bojonegoro sejak tahun 1977. Isi surat tersebut adalah meminta kompensasi atas penggunaan lahan tersebut.

“Juga kepada operator Blok Cepu Mobil Cepu Limited (MCL) untuk memberikan ganti rugi terkait pemanfaatan tanah selama ini,” tegasnya.

Dia menerangkan, tanah warga selama berpuluh –puluh tahun telah dimanfaatkan diantaranya jalan sepanjang 900 meter dengan lebar 8 meter dan juga penanaman pipa Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bojonegoro. Akan tetapi setelah dimanfaatkan dalam jangka waktu yang lama dikembalikan begitu saja, tanpa ada kompensasi yang diberikan kepada pemilik lahan.

“ Warga tidak menuntut penggantian tanah, namun kompensasi dari penggunaan tanah warga selama 35 tahun sejak 1977 silam. Sedangkan masalah penanaman pipa, warga minta pembayaran dispensasi sebesar 50% dari pemanfaatan sumber air di desa tersebut,” tegas Rustam.

Terpisah, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bojonegoro, Suyuthi, mengatakan, jika surat tersbut memang telah masuk kesekretariat DPRD pada bulan Oktober 2012 lalu. Akan tetapi karena padatnya jadwal seperti pembahasan PAPBD 2012, KUA PPAS 2013, LPPL Malowopati dan masih banyak lagi agenda, membuat permasalahan tersebut menjadi tertunda.

“Banmus (Badan Musyawarah) saat ini masih menjadwalkan hearing dengan pihak-pihak terkait seperti Pemkab Bojonegoro, Pemerintah Desa Ngunut, warga dan tentu saja instansi yang bergerak di bidang pertanahan untuk mencari solusi terbaik,” pungkasnya.

Sementara itu, Public and Government Affairs, Manager MCL, Rexy Mawardijaya, saat disinggung terkait ganti rugi lahan yang terpakai di Desa Ngunut, Kecamatan Dander, menyarankan, agar mengkonsultasikan kepada pihak yang berwenang.

“ Pada waktu itu MCL menggunakan jalan tersebut untuk mendukung kegiatan pemboran eksplorasi di wilayah Alas Tua dan sudah berkoordinasi dengan Pemkab Bojonegoro termasuk sosialisasi ditingkat desa. Namun begitu kami tetap menjalankan program Corporate Sosial Responbility (CSR) disana,” imbuh Rexy. (rien)

Dibaca : 898x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>