Minggu, 19 November 2017
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

Warga Rahayu Terima Tali Asih Rp1,1 miliar

Editor: samian
Senin, 11 September 2017
Ali Imron
SIMBOLIS : FM JOB P-PEJ, Nusdi Septikaputra didampingi Fatah Yasin menyerahkan beras kepada warga.

SuaraBanyuurip.comAli Imron 

Tuban- Ratusan warga Desa Rahayu, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, Jawa Timur hari Senin (11/9) sekitar pukul 11:00 WIB menerima tali asih dampak flare Control Processing Area(CPA) Mudi senilai Rp1.122.400.000. Tali asih berupa inkind atau Sembako tersebut, diserahkan langsung oleh Field Manager (FM) Joint Operating Body Pertamina-Petrochina East Java (JOB P-PEJ), Nusdi Septikaputra di balai desa setempat.

"Alhamdulillah ada ganti rugi dampak flare CPA," ujar warga Dukuh Sarirejo, Rahayu, Mastam, kepadasuarabanyuurip.com, usai menerima Sembako di balai desa, Senin (11/9/2017).

Pria berbaju batik itu ikhlas menerima tali asih 4 bulan sesuai kesepakatan bersama. Yang paling penting, pasca serah terima tali asih segera ada pembahasan pemantauan terbatas dampak flare CPA Mudi.

"Warga di Dusun Sarirejo, Gandu, dan Delik yang paling dekat flare," imbuhnya.

FM JOB P-PEJ, Nusdi Septikaputra, berharap tali asih berupa inkind kali ini dapat bermanfaat bagi warga. Semoga pasca serah terima tali asih ini, hubungan warga dengan perusahaan yang kontraknya habis tanggal 28 Februari 2018 lebih baik.

"Lika liku perjalanan tali asih hari ini rambung," sambung pria yang menjabat sejak Januari 2017.

Lamanya proses pencairan tali asih harap dimaklumi warga setempat. Sesuai aturan harus dilakukan lelang, dan akhirnya ditemukan pemenang tender CV Sinar Barokah.

Sementara itu, Perwakilan Kepala SKK Migas Jabanusa, Fatah Yasin, mengucapkan banyak terimakasih atas semua pihak yang telah membantu pencairan tali asih selama empat bulan. Pihaknya juga meminta maaf karena warga Rahayu menunggu terlalu lama.

"Semoga tali asih empat bulan ini bermanfaat dan barokah buat Desa Rahayu," jelasnya.

Dalam serah terima tali asih dihadiri Wabup Tuban, Noor Nahar Hussein, perwakilan Kodim 0811, Forkopimcam Soko, perwakilan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Jabanusa, dan masyarakat desa setempat.

Sebagaimana diketahui, penyelesaian dampak gas buang (Flare) CPA Lapangan Mudi, Blok Tuban, yang mencuat sejak pertengahan 2016 tertuang dalam bentuk Berita Acara (BA).

Berita acara tersebut resmi ditandatangani oleh Field Manager JOB P-PEJ, Nusdi Septikaputra, Kades Rahayu, Sukisno, Ketua BPD Rahayu, Kamsiadi, Camat Soko Suwito, Kepala Perwakilan SKK Migas Jabanusa, Ali Masyhar, dan Wakil Bupati Tuban, Noor Nahar Hussein di Balai Desa Rahayu.

Pasca tali asih diterima, otomatis BA atau kesepakatan lanjutan tertanggal 19 November 2009 lalu dinyatakan tidak berlaku.

Selain itu, kompensasi kepada warga Rahayu ini mulai diberikan sejak tahun 2009-2015. Tak kurang dari Rp 24,8 miliar uang negara telah digunakan untuk memberikan ganti rugi dampak flare. (Aim)

Dibaca : 229x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan iklan
iklan