Minggu, 19 November 2017
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

Waspada Penipuan "Dokumen Papa Hilang"

Editor: nugroho
Sabtu, 12 Desember 2015
d suko nugroho
PENIPUAN : Sejumlah dokumen penting dan selembar cek yang ditemukan Dwi Nurcahyo dalam amplop warna cokelat.

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro – Penemuan amplop cokelat berisi dokumen penting dan selembar cek bernilai Rp2,8 milyar menggegerkan warga Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Karena hampir bersamaan dua warga setempat menemukan amplop yang sama di tepi jalan poros kecamatan yang menghubungkan Desa Ngumpakdalem – Desa Bangilan, Kecamatan Kapas.

Penemu pertama adalah Nurhadi, Ketua RW03, Dusun Dalemkidul. Dia menemukan amplop bertuliskan PT Cakra Tama Karya (CTK) di tepi jalan di depan rumahnya, Jum’at (11/12/2015), sekira pukul 19.00 WIB. Sedangkan penemu kedua adalah Dwi Nurcahyo (23), warga RT22, RW.05 Dusun Panggang, Desa Ngumpakdalem, sekira 20.30 WIB.

“Saya menemu saat beli rokok. Ketika balik saya melihat amplop warna coklat tergelak di tepi jalan,” ujar Nurcahyo, Jum’at malam.

Kemudian amplop tersebut diambil oleh Nurcahyo. Setelah dibuka berisi sejumlah dokumen di antaranya surat ijin usaha perdagangan (SIUP) Besar dengan tulisan asli yang dikeluarkan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Di dalam SIUP itu juga ditertulis alamat PT CTK berada di Jalan Makasar No.7A Sungai Siring Samarinda lengkap dengan foto pemohon.  

Selain itu juga terdapat surat keterangan tanah yang dikeluarkan oleh Badan Pertanahan Nasional Kantor Pertanahan Kota Bontang. Surat keterangan itu tertulis atas nama Drs. H Muchtar Lutfi seorang pengusaha batu bara Kota Bontang lengkap dengan alamat dan luas tanah.

Yang lebih mengejutkan lagi di dalam amplop tersebut terdapat cek senilai Rp2,8 milyar dengan logo Bank Tabungan Negara (BTN) Kalimantan Timur.

“Karena penasaran, amplop itu kemudian saya buka. Isinya beberapa dokumen dan cek itu,” ujar Nurcahyo sambil menunjukkan dokumen dan selember cek yang sudah difoto yang dikirim kepada suarabanyuurip.com.

Ia mengaku awalnya kaget menemukan dokumen penting dan selembar cek bernilai milyaran rupiah tersebut. Namun karena merasa janggal dengan barang yang ditemukan, Nur Cahyo kemudian mengecek kebenaraan perusahaan itu melalui internet.

Hasilnya dia justru menemukan berita tantang modus penipuan “Dokumen Papa Hilang” bertebaran di sejumlah media online. Dari berita yang didapat di media online, penipuan tersebut telah merebak di sejumlah daerah seperti Probolinggo, Bandung, dan daerah-daerah lain.

“Awalnya saya ingin menghubungi nomor yang ada di dokumen itu. Tapi setelah tahu kalau ini penipuan akhirnya saya batalkan dan membakar dokumen itu,” pungkas Nurcahyo.

suarabanyuurip.com kemudian  melakukan penelusuran tentang kebenaran kabar tersebut. Ternyata berita modus penipuan “Dokumen Papa Hilang” memang sudah terjadi di sejumlah daerah. Dari hasil penelusaran yang didapat suarabanyuurip.com, pelaku penipuan sengaja menebar dokumen dan cek palsu senilai miliaran rupiah.

Amplop itu sengaja dijatuhkan di jalan-jalan agar mudah ditemukan masyarakat. Tujuannya, penemu amplop segera menghubungi nomor yang ada di dalam amplop. Kemudian pemilik amplop berjanji akan memberikan imbalan uang namun dengan syarat penemu harus memberikan nomor rekening dan PIN atau diminta mentransfer uang sebagai ganti biaya administrasi untuk mencairkan cek tersebut.(rien)

 

Dibaca : 4007x
FB
Ada 3 komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Selasa, 15 Desember 2015 00:06
Saya barusan menemukan amplop yg berisikan seperti di atas. Awalnya saya kaget. Sempat berfikir untuk menghubungin no yg tertera di siup itu. Tapi trlebih dahulu sya cari kebenaran pt itu di google. Yg lebih kaget nya lagi sya melihat blog ini. Stlah sya teliti. Sya samakann dgn apa yg sya temuin. Ternyata sama. Astaga.. Kaget nian saya
Hendrik michael
Sabtu, 12 Desember 2015 21:18
Bukan cuma 2 orang warga Dalem Kidul yang menemukan amplop tersebut,disini saya baru saja membuka amplop persis spt yg tsb di atas. Saya langsung berpikir,"ini pasti modus penipuan baru". Waduuhhh...harus ada tindak lanjut,supaya tidak ada korban yg benar2 tertipu. Terima kasih.
yuli astriyanti
Sabtu, 12 Desember 2015 14:24
Menurut saya dokumen tersebut,dilaporkan ke pihak yang berwajib biar tidak meresahkan warga Ngumpakdalem dan sekitarnya.
riyanto
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan iklan
iklan