Laporkan Penyerobotan Tanah Blok Cepu

Editor: nugroho
Rabu, 02 Mei 2012

SuaraBanyuurip.com -Ririn Wedia Nafitasari

Pembebasan lahan yang dilakukan Mobil Cepu Limited guna keperluan eksplorasi dan eksploitasi Migas di Blok Cepu menyisakan permasalahan. Salah satunya lahan milik Bambang Darianto seluas 1600 m telah di fullpayment oleh  MCL tanpa sepengetahuannya. Diduga, penyerobotan lahan itu melibatkan pejabat tingkat desa hingga kabupaten karena itu kasus tersebut dilaporkan ke Tim Optimalisasi Kandungan Lokal Bojonegoro.

Informasi yang diperoleh, kejadian penyerobotan tanah tersebut berawal pada juli 2010 lalu ketika Siti Maskurotin menjual tanah Bambang Darianto di Desa Mojodelik, Kecamatan Ngasem, Ring I Lapangan Minyak Banyuurip, Blok Cepu kepada MCL.Tanah seluas 1.600 m2 tersebut diperkirakan senilai Rp. 98 juta.

“Penjualan itu tanpa pemberitahuan kepada saya selaku pemilik tanah,” kata Darianto ketika memberikan keterangan kepada Tim Optimalisasi, Selasa (1/5) kemarin.

Bambang mengungkapkan, meski Siti Maskurotin telah mengakui penyerobotan tanah dengan membuat surat pernyataan, namun dirinya hingga saat ini belum memperoleh kejelasan tentang status tanah yang sudah berpindah tangan ke MCL tersebut.

Karena kejadian tersebut melibatkan beberapa pihak, dirinya mendatangi tim optimalisasi untuk membantu menyelesaikan masalah tersebut. Langkah itu diambali, karena upaya Bambang meminta bantuan kepada ExxonMobil di Jakarta yang pernah dilakukan menemui jalan buntu.

“Kemudian saya mendatangi Pak Soehadi (Sekretaris Kabupaten) selaku ketua Tim Optimalisasi untuk meminta bantuan,” terangnya.

Bambang yang didampingi Suhadak, Ketua Forum Komunikasi Masyarakat (FKM) Sapu Lidi berharap agar masalah tersebut tidak sampai ke ranah hukum selama jalan kekeluargaan masih bisa dilakukan.

“Saya akan mengedepankan jalan kekeluargaan lebih dulu. Tapi kalau mentok ya terpaksa saya akan melaporkan ke polisi,” pungkasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua Tim Optimalisasi Kandungan Lokal, Soehadi Mulyono enggan berkomentar terkait hal tersebut.

“Kita akan menjembatani permasalahan ini dengan mempertemukan pihak pihak terkait pada 8 mei mendatang dan melakukan pengecekan ulang,” sambung Moeljono.

counter