Proyek Gas Cepu Belum Ada Kemajuan

Editor: nugroho
Selasa, 16 Juli 2013gambar

SuaraBanyuurip.com - Samian Sasongko

Bojonegoro – Pasca sosialisasi Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) unitisasi sumur gas Jambaran – Tiung Biru (TBR) - Cendana di tingkat kecamatan pada Mei 2013 silam, hingga saat ini operator Gas Cepu, Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC) belum melakukan tahapan aktifitas lanjutan.

Diantaranya menentukan desa-desa yang terlewati, pembebasan lahan dan sosialisasi lanjutan ketingkat  desa sekitar proyek. Sebab ada beberapa wilayah di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, yang masuk dalam rencana pengembangan proyek Gas Cepu. Yakni, Kecamatan Purwosari, Ngasem, Tambakrejo dan Padangan.

Seorang warga desa Kalisumber, Kastur, mengaku, hingga saat ini belum ada kegiatan secara maksimal yang dilakukan PEPC untuk melakukan aktifitas pengerjaan proyek unitisasi sumur gas Jambaran di desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem dan sumur gas TBR di desa Kalisumber, Kecamatan Tambakrejo tersebut.

"Setelah dilakukan sosialisasi Amdal beberapa bulan yang lalu hingga saat belum ada kegiatan lanjutan lagi, Mas," ungkap Kastur ditemui disekkitar lokasi TBR.

Dia berharap, jika nanti proyek unitisasi sumur gas Jambaran-TBR dikerjakan PEPC harus melibatkan warga sekitar sesuai dengan kemampuannya masing-masing.

"Saya yakin jika warga sekitar dilibatkan secara maksimal gejolak sosial warga akan bisa dielminir," terangnya.

Public & Government Affairs Superintendent, Edy Purnomo, mengatakan, hingga sejauh ini PEPC masih melakukan penggodokan tentang hasil sosialisasi Amdal yang telah dilakukan bulan Mei 2013 yang lalu. Sehingga salah satu anak perusahaan BUMN itu belum mengetahui desa-desa yang akan dilalui, dan waktu pembebasan lahan maupun sosialisasi lanjutan ke tingkat desa.

"Sampai saat ini kita masih melakukan studi Amdal, Mas," kata Edy Purnomo, melalui pesan pendek, Selasa (16/07/2013). (sam)

counter