Pengembangan Bandara Ngloram Terus Dikebut, Lahan Baru Terpenuhi 31 Hektar

user
nugroho 08 Juni 2022, 19:00 WIB
untitled

Suarabanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora - Proses pengembangan Bandara Ngloram di Kabupaten Blora terus dilakukan, terutama terkait penyediaan lahan. Dari total 90 hektar (ha) lahan yang dibutuhkan, sekarang ini sudah terpenuhi 31 ha.

Lahan yang diperoleh itu merupakan hibah dari Pemkab Blora seluas 3,1 ha, dari Pemprov Jateng seluas 2,9 ha. Sehingga total 28 ha. Lalu, terbaru Kementerian Perhubungan menyiapkan dana Rp 25 miliar dari APBN, bakal melakukan pembebasan 3,6 ha lahan warga. Sehingga total sekitar 31 ha.

Untuk menyukseskan pengembangan bandara tersebut, pada Rabu (8/6/2022) dilakukan sosialisasi peta bidang hasil pengkuran yang dilakukan oleh Kantor BPN/ATR Blora di Balai Desa Ngloram Kecamatan Cepu.

Kepala Satuan Pelayanan Bandara Ngloram, Abd Rozzaq, setelah dilakukan pengukuran, selanjutnya diumumkan kepada masyarakat. Yakni terkait kepastian subyek dan luasan obyek. "Total 3,6 ha yang nantinya akan dibebaskan. Dari 24 bidang tanah milik warga dan tanah desa," katanya.

Warga masyarakat terdampak, lanjut dia, bisa mengajukan koreksi jika ada ketidaksesuaian dari hasil pengukuran. Sebelum dilanjutkan pada tahap berikutanya.

"Setelah ini ada pelangkapan berkas-berkas dan pekerjaan appraisal untuk menaksir harga. Sebagaimana diketahui, pemerintah pusat telah menyiapkan anggaran Rp25 miliar," ujarnya.

Dari total kebutuhan 90 ha, lanjut dia, baru akan terpenuhi sekira 31 ha. Setelah pembebasan ini selesai. "Jadi masih kurang sekita 60an hektar," jelasnya.

Bisa cepat atau lembat. Tergantung dari penganggaran. "Kalau setiap tahun hanya 3 ha, ya akan lama. Dan dimungkinkan akan berpengaruh pada master plan," ujarnya.

Sebab, lanjut dia, setiap 10 tahun sekali bisa terjadi perubahan master plan. Atau lebih cepat 5 tahun. Tergantung dari perkembangan terkini.

Sementara itu, Plt Kasi Pemerintahan dan Kesra Kecamatan Cepu, Listiyo Winarno, berpesan supaya warga terdampak ikut mendukung pengembangan Bandara Ngloram. "Dukung kepentingan Bandara Ngloram untuk mendukung Kabupaten Blora kedepan," jelasnya.

Adapun warga Desa Ngloram yang terdampak, Siti Nur Khotimah, berharap bisa segera terselesaikan. "Utamanya bisa segera ada pencairan," katanya.(ams)

Credits

Bagikan