Investasi Harus Ciptakan Kawasan Pertumbuhan Ekonomi Baru

user
nugroho 28 Mei 2022, 17:27 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com -  d suko nugroho

Jakarta - Investasi yang masuk Indonesia harus dapat menciptakan kawasan-kawasan pertumbuhan ekonomi baru. Pertumbuhan ekonomi harus merata, jangan dikuasai oleh satu kelompok tertentu.

Demikian ditegaskan Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengutip arahan Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang disampaikan dalam Podkabs (Podcast Kabinet dan Sekretariat Kabinet) yang tayang perdana, Jumat (27/5/2022) kemarin, di kanal YouTube dan Spotify Sekretariat Kabinet (Setkab) yang dilihat Sabtu (28/5/2022).

Selain harus menciptakan perekonomian yang merata, Bahlil melanjutkan sejumlah arahan Presiden Jokowi terkait investasi di tanah air. Yakni investasi harus inklusif, tidak hanya terpusat di Pulau Jawa tetapi menyebar di seluruh provinsi di Indonesia.

“Investasi enggak boleh hanya di Jawa. Kita harus membangun Indonesia-sentris. Bangsa kita itu dari Sabang sampai Merauke, jangan ekonomi tumpu pada satu wilayah,” ujarnya.

Selain itu, investasi yang masuk ke Indonesia juga harus berkualitas. Juga, tidak hanya fokus pada investor besar tetapi juga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Untuk itu pemerintah mendorong kemitraan antara pengusaha besar dengan pengusaha lokal dan UMKM.

“UMKM itu juga investor dan UMKM itu adalah kontribusinya 60 persen terhadap GDP dan 99,6 persen dari total unit usaha,” ujar menteri yang pernah jadi sopir angkot ini.

Untuk mewujudkan itu, Bahlil menyampaikan bahwa dirinya ditugasi Presiden untuk mengurai hambatan-hambatan yang ada dalam mewujudkan realisasi investasi di Indonesia.

“Bagaimana menerobos semua masalah-masalah yang selama ini menjadi problem antara lain perizinan yang lambat, termasuk kolaborasi antara pengusaha besar dan UMKM,” ujarnya.

Bahlil menegaskan bahwa investasi merupakan salah satu faktor kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

“Investasi ini adalah hulu, menciptakan lapangan pekerjaan, meningkatkan pendapatan negara, membuat nilai tambah, meningkatkan competitiveness kita, dan segala macam. Investasi ini punya kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional kita 31 persen,” paparnya.

Berdasarkan data dari Kementerian Investasi, realisasi investasi pada tahun 2021 mencapai Rp901,02 triliun. Capaian ini melampaui target yaitu sebesar Rp900 triliun tepatnya 100,1 persen serta 104,8 persen dari target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) yang sebesar Rp858,5 triliun.

Berdasarkan sebaran wilayahnya, pada tahun 2021 realisasi investasi di luar Jawa lebih besar dibandingkan dengan Jawa. Total realisasi investasi di luar Jawa sepanjang tahun 2021 mencapai Rp468,2 triliun atau 52 persen, sementara, realisasi investasi di Jawa tercatat sebesar Rp432,8 triliun atau 48 persen.

Adapun capaian realisasi investasi pada triwulan I-2022 adalah sebesar Rp282,4 triliun atau lebih tinggi 28,5 persen dibandingkan periode yang sama di tahun 2021 serta meningkat 16,9 persen dibandingkan triwulan IV-2021. Capaian ini berkontribusi sebesar 23,5 persen dari target yang sebesar Rp1.200 triliun.

Pada periode tersebut, realisasi investasi di luar Pulau Jawa juga lebih besar dari Pulau Jawa yaitu Rp148,7 triliun berbanding Rp133,7 triliun. Apabila dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2021, terjadi kenaikan investasi di luar Jawa sebesar 30,0 persen dan di Jawa sebesar 26,9 persen.

Pihaknya terus konsisten dan berupaya keras atau gaspol mendorong realisasi investasi di tanah air.

“Menteri yang bekerja di bawah kepemimpinan Bapak Presiden Jokowi tidak ada tidak kata gaspol, harus selalu gaspol. Karena begitu gasnya tidak pol, dia ketinggalan,” pungkas Bahlil.(suko)


Credits

Bagikan