Akan Kedatangan Investor Raksasa Amerika, Blora Siapkan Kawasan Peruntukan Industri

user
nugroho 24 Mei 2022, 22:39 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - d suko nugroho

Blora - Air Producs, perusahaan raksasa asal Amerika Serikat akan membangun pabrik metanol di wilayah Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Total investasi yang dikucurkan di Indonesia mencapai 15 miliar USD atau setara Rp219 triliun. Dari jumlah itu, sebanyak 7 miliar USD atau setara Rp102,4 triliun telah digelontorkan untuk proyek DME metanol di Balongan.

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan, dari rencana investasi Air Products sebesar 15 miliar Dolar AS, untuk saat ini sudah terealisasi tahap pertama sebesar 7 miliar Dolar AS. Yakni untuk proyek DME, metanol di Balongan.

"Dan mau membangun juga metanol di Cepu, sisanya kita akan bikin hidrogen yang akan dibangun di Indonesia dengan memanfaatkan bendungan-bendungan yang dimiliki negara,” ucap Bahlil saat mendampingi Presiden Jokowi menerima kunjungan Chairman dan CEO Air Products, Seifi Ghasemi, di Hotel Ritz Carlton, Washington DC, Kamis (12/05/2022) dikutip dari laman setkab.go.id yang dilihat pada, Selasa (24/5/2022).

Bahlil juga menyampaikan, dari hasil diskusi Presiden dengan CEO Air Products, terdapat juga rencana akan membangun industri dari hulu ke hilir di bidang petrokimia.

“Sekarang tugasnya adalah pemerintah Indonesia harus segera mengeksekusi. Karena uangnya sudah ada, proyeknya sudah ada. Saya pikir pertemuan hari ini dengan Bapak Presiden dengan Pak Seifi ini menunjukkan bahwa investasi di Indonesia tidak hanya dikuasai suatu negara tertentu tapi sudah merata,” ujar Bahlil.

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) saat menerima kunjungan Chairman dan CEO Air Products, Seifi Ghasemi, menekankan pentingnya implementasi rencana investasi perusahaan asal Amerika Serikat tersebut.

“Saya menyambut baik penandatanganan MoU di Dubai, November 2021 yang lalu. Sebagai implementasi rencana tersebut pada 24 Januari lalu, saya telah lakukan groundbreaking industri hilirisasi coal to DME di Bukit Asam. Saya berharap semua rencana investasi tersebut dapat segera ditindaklanjuti,” ucap Presiden Jokowi.

Blora Siapkan Kawasan Peruntukan Industri

Kehadiran investor di Kabupaten Blora, sepertinya telah dipersiapkan pemerintah kabupaten (Pemkab) setempat. Daerah yang berbatasan dengan Kabupaten Bojonegoro fan Ngawi, Jawa Timur telah menyiapkan lahan seluas 1.100 hektar (Ha) untuk Kawasan Peruntukan Industri (KPI). Lokasinya di 14 titik yang tersebar di 11 kecamatan.

Data Badan Perencenaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Blora, ke 14 kawasan itu berada di Desa Sambongrejo, Desa Gadu, Desa Pojokwatu, Kecamatan Sambong, seluas 37,0 ha; Kelurahan Karangboyo, Kecamatan Cepu, seluas 6,4 ha; Kelurahan Cepu dan Ngelo, Kecamatan Cepu, seluas 18.7 ha; Desa Ngraho, kecamatan Kedungtuban, seluas 51 ha; Desa Sumber, Kecamatan Kradenan, seluas 80,4 ha; dan Desa Randulawang, Kecamatan Jati, seluas 53,3 ha.

Kemudian Desa Tinapan, Kecamatan Todanan, dengan luas tanah 26,3 ha; Desa Sendangwates dan Gagakan, Kecamatan Kunduran, seluas 90,3 ha; Desa Adirejo, Kecamatan Tunjungan, seluas 383, 7 ha; serta Desa Nglagitan dan Gempolrejo, Kecamatan Tunjungan, seluas lahan 86, 2 ha.

Selanjutnya Desa Sitirejo, KecamatanTunjungan, dan Desa Sendangharj Kecamatan Blora, seluas 85,8 ha; Desa Plantungan, Kecamatan Blora, seluas 115,3 ha; Kelurahan Tempelmahbang, Kecamatan Jepon, seluas 77 ha, dan Desa Ngloroh, Gunung Kecamatan Jepon, seluas 9 ha.

KPI yang disiapkan Pemkab Blora ini tidak untuk industri tertentu. Investor dipersilahkan memilih sendiri.

Selain telah menyiapkan lokasi KPI, Pemkab Blora juga mulai membuat masterplan kawasan industri di Kundruan untuk menarik minat investor. Dalam masterplan yang ditunjukkan, terdapat bangunan-bangunan gudang dan tempat industri lainnya berdiri dalam satu kawasan.

Menurut Bappeda, kurang tertariknya investor masuk di  Kabupaten Blora, salah satunya dikarenakan terkendala akses. Yakni jauh dari pelabuhan yang saat ini masih berada di Semarang. Oleh karena itu, apalabila pelabuhan Rembang jadi, dipastikan memberikan dampak positif bagi Blora. Akan banyak investor masuk untuk mengembangkan usahanya.

"Karena aksesnya sudah dekat dengan pelabuhan di Rembang," pungkas Pujiriyanto, Sekretaris Bappeda Blora yang sebelumnya menjabat Kepala Bidang Fisik dan Prasarana Bappeda itu.(suko)

Credits

Bagikan