Pupuk Kimia Mahal, Petani Malo Ciptakan Organik Cair

user
samian 05 November 2020, 22:14 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - Arifin Jauhari

Bojonegoro - Pupuk merupakan kebutuhan sangat vital bagi petani untuk mendukung pertumbuhan tanaman pertanian. Tatkala kebutuhan pokok berupa pupuk kimia ini sulit didapat dan jika ada harganyapun mahal maka petani musti bakal menjerit.

Guna menekan ketergantungan sebagian petani di Bojonegoro berupaya berdiri diatas kaki sendiri dengan menciptakan pupuk jenis organik. Ahmad Bustanul Arifin, petani muda asal Dusun Ngelo, Desa Tambakromo, Kecamatan Malo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, misalnya.

"Saya menciptakan Pupuk Organik Cair (POC) ini untuk mengurangi ketergantungan produktivitas pertaniannya pada pupuk kimia," kata Ahmad Bustanul Arifin, kepada Suarabanyuurip.com Kamis ( 5/11/2020).

Awalnya, Arif, sapaan akrabnya mengaku resah terkait pupuk kimia yang dirasanya langka, ditambah makin tingginya dosis pemakaian setelah lama menggunakan pupuk kimia. Terlebih semakin mahalnya harga pupuk non subsidi membuatnya berinisiatif untuk membuat pupuk sendiri.

Bahan yang disiapkan berasal dari kotoran sapi, urine sapi, SP 36 (TS), ampas tahu, Effective Microorgaism 4 (EM4), KN 03 dan beberapa bahan lainnya. Setelah itu, semua bahan dicampur dengan komposisi tertentu ditambah air dan difermentasi selama 20 hari sebelum siap digunakan. Aerator digunakan sebagai pengaduk campuran bahan dalam masa fermentasi.

"POC ini masih saya pergunakan sendiri, dan belum untuk tanaman padi, baru untuk terong, cabai, kangkung dan labu madu. Hasilnya alhamdulilah sangat memuaskan", ujarnya.

Sebagai gambaran, dari 6000 bibit pohon cabai miliknya, lanjut bapak satu anak ini, hasil panen menggunakan POC dan pupuk kimia dengan perbandingan 50:50, mampu menghasikan 4 ton dalam sekali siklus tanam jenis cabai tampar.

"Hasil panen menggunakan POC lebih bagus jika dibandingkan hanya menggunakan pupuk kimia," ucapnya.

Arif menjelaskan, penggunaan pupuk kimia secara terus menerus akan membuat rusak struktur tanah. Berbeda dengan penggunaan pupuk organik yang justru mampu meningkatkan unsur hara tanah dan dapat mengembalikan struktur tanah yang rusak.

"Untuk kedepan, saya akan coba menerapkan perbandingan 30:70 untuk pupuk kimia berbanding organik," tutupnya. (fin)

Kredit

Bagikan