Perajut Bumi Pertiwi Bonorejo Terima Pelatihan Cluster UMKM Indonesia

user
samian 13 Oktober 2020, 12:51 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - Samian Sasongko

Bojonegoro - Pemerintah Desa (Pemdes) Bonorejo, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, terus berupaya meningkatkan Usaha, Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dangan memberi kesempatan mengikuti pelatihan untuk meningkatkan ilmu dalam menciptakan peluang usaha demi peningkatan ekonomi.

Pelatihan peningkatan dan pengembangan kualitas rajut bumi pertiwi misalnya. Diantaranya pembuatan tas, dompet, tempat tisu dan lain sebagainya.

"Alhamdulillah hari ini dapat pelatihan peningkatan, dan pengembangan kualitas rajut Bonorejo dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) pusat dalam program BRIncubator goes to cluster UMKM Indonesia," kata Kepala Desa (Kades) Bonorejo, Rachmad Aksan, kepada Suarabanyuurip.com, disela-sela acara yang dipusatkan di Balai Desa Bonorejo, Selasa (13/10/2020).

Kades ring satu ladang minyak Banyu Urip, Blok Cepu ini mengapresiasi adanya pelatihan peningkatan dan pengembangan kualitas rajut bumi pertiwi dari BRI pusat. Sehingga dapat meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) bagi pengurus BUMDes Bonorejo Barokah dan para perajut.

"Semoga kedepan perekonomian Desa Bonorejo semakin meningkat, dan pelatihan seperti ini terus berkesinambungan," tandasnya.

Sementara Bendahara BUMDes Bonorejo Barokah, Joko Susilo, mengungkapkan, bahwa adanya pelatihan pelatihan yang diperoleh BUMDes Bonorejo Barokah tentu sangat bermanfaat. Karena bisa semakin menambah peningkatan ilmu yang semula belum tahu menjadi tahu. Guna mengembangkan kerajinan yang dilakukan untuk meningkatkan ekonomi.

"Se Kabupaten Bojonegoro, hanya dua BUMDes yang mendapatkan pelatihan UMKM dari BRI pusat. Yaitu BUMDes Bonorejo Barokah, Kecamatan Gayam, dan BUMDes Ringinrejo, Kecamatan Kalitidu," sambung Joko Susilo.

Joksus sapaan akrabnya, menambahkan, sebanyak 25 anggota perajut bumi pertiwi Desa Bonorejo. Ke 25 perajut tersebut semua terdiri dari para ibu-ibu rumah tangga.

"Harapannya kedepan perajut bumi pertiwi terus berkembang lebih baik," pungkasnya.

Dari pantauan, dalam pelaksanaan kegiatan pelatihan tersebut tetap mematuhi protokol kesehatan covid-19.(sam)

Kredit

Bagikan