7 Pecahan Uang Baru Resmi Diluncurkan Bank Indonesia

user
sbu monitoring 19 Agustus 2022, 20:52 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - Arifin Jauhari
 
Bojonegoro - Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) telah resmi meluncurkan tujuh pecahan Uang Rupiah Kertas Tahun Emisi 2022 (Uang TE 2022), Kamis (18/08/2022) kemarin di Jakarta.
 
Dengan begitu, ketujuh pecahan Uang TE 2022 tersebut secara resmi berlaku, dikeluarkan, dan diedarkan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
 
Meski demikian, pecahan uang baru yang telah diluncurkan BI, belum tersedia di Bank Negara Indonesia (BNI) Kantor Cabang Bojonegoro, Jawa Timur.
 

Pecahan uang baru.
© 2022 suarabanyuurip.com/Foto BI

 
Kepala BNI Kantor Cabang Bojonegoro, Gunawan Wibisono mengatakan, bahwa pihaknya belum menerima kiriman dari Sentra Kas BNI di Surabaya. Sesuai alur, BI Surabaya akan men-dropping terlebih dahulu ke Sentra Kas BNI yang di Surabaya secara bertahap.
 
"Setelah itu, akan didropping ke Cabang BNI se wilayah Surabaya. Untuk uang lama, masih tetap berlaku sampai ada informasi lebih lanjut dari BI," katanya kepada SuaraBanyuurip.com, Jumat (19/08/2022).
 
Saat peluncuran, Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan, Uang TE 2022 terdiri atas pecahan uang rqqupiah kertas Rp100 ribu, Rp50 ribu, Rp20 ribu, Rp10 ribu, Rp5.000, Rp2000, dan Rp1000. Uang TE 2022 ini tetap mempertahankan gambar utama pahlawan nasional pada bagian depan, serta tema kebudayaan Indonesia (gambar tarian, pemandangan alam, dan flora) pada bagian belakang sebagaimana Uang TE 2016.
 
"Sebagai alat pembayaran yang sah di seluruh wilayah NKRI yang sekaligus memperkuat simbol kesatuan, persatuan, dan Negara Republik Indonesia,” ujar Perry dalam keterangannya melalui Humas BI, Kamis (18/08/2022).
 

Pengeluaran uang rupiah kertas tahun emisi 2022
© 2022 Bank Indonesia/Foto BI

 
Terdapat tiga aspek inovasi penguatan Uang TE 2022 yaitu desain warna yang lebih tajam, unsur pengaman yang lebih andal, dan ketahanan bahan uang yang lebih baik. Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam rilisnya menyampaikan bahwa inovasi dimaksudkan agar uang Rupiah semakin mudah untuk dikenali ciri keasliannya, nyaman, dan aman untuk digunakan.
 
“Serta lebih sulit untuk dipalsukan sehingga uang Rupiah semakin berkualitas dan terpercaya serta menjadi kebanggaan bersama sebagai simbol kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Erwin.
 
Untuk diketahui, sebagaimana diatur pada UU Mata Uang, pencabutan dan penarikan uang Rupiah dari peredaran ditempatkan dalam Lembaran Negara Republik Indonesia dan diumumkan melalui media massa.(fin)

Credits

Bagikan