Pengembangan Biofuel di Bojonegoro Dalam Kajian

user
Sasongko 21 September 2022, 18:41 WIB
untitled

Suarabanyuurip.com - Arifin Jauhari

Bojonegoro - Proyek Strategis Nasional (PSN) pengembangan biofuel, metanol, dan etanol di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, dikabarkan masih dalam tahap kajian. Proyek ini merupakan salah satu prioritas Presiden Joko Widodo yang harus segera dituntaskan sebelum tahun 2024.

Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bojonegoro, Faisol Ahmadi mengatakan, bahwa PSN yang dikembangkan di Bojonegoro, secara umum dalam perspektif lembaga, merupakan kepentingan dalam hal investasi.

"Karena investasi itu merupakan indikasi keberhasilan suatu daerah," katanya kepada SuaraBanyuurip.com, Rabu (21/09/2022).

Menurut informasi yang dia terima pada saat rapat bersama dengan BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal), rencana akan ada pengembangan pabrik biofuel, metanol, dan etanol yang dibangun di Bojonegoro. Koordinat lahan yang diperuntukkan kawasan industri itu diperkirakan berada di sekitar timur pertigaan Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro.

Dalam kawasan industri tersebut, bakal ada dua lahan. Yaitu untuk lokasi pabrik dan bahan bakunya. Dimana rencananya akan menempati lahan milik Perhutani. Kendati, saat ini masih dalam tahap kajian atau Feasibility Study (FS) yang dilaksanakan oleh BKPM.

"Jadi masih dikaji berbagai potensinya secara ilmiah oleh BKPM. Mulai potensi kepastian pasokan bahan baku, lahan, dan lain sebagainya," ujarnya.

Mantan Kabag Hukum Pemkab Bojonegoro ini berpendapat, rencana pembangunan pabrik biofuel ini layak didukung oleh semua pihak. Baik oleh pemerintah maupun masyarakat, khususnya para petani. Karena untuk memproduksi biofuel, misalnya etanol, dibutuhkan fermentasi dari tanaman jagung salah satunya sebagai bahan dasarnya.

"Barangkali juga akan membutuhkan potensi gas dari Jambaran-Tiung Biru, dari gas yang belum dikomersilkan," terangnya.

Tak hanya menguntungkan para petani saja, lanjut Faisol, tak kalah penting PSN ini akan menimbulkan multiplier effect (efek berganda) jika PSN ini telah ada kepastian dari Pemerintah Pusat berdiri di Bojonegoro. Investasi tersebut dinilai bakal mempengaruhi tingkat kegiatan ekonomi di Bojonegoro. Bahkan, dia berharap ada PSN lain yang diarahkan oleh Pemerintah Pusat agar bisa dibangun di Bojonegoro.

"Kabupaten Bojonegoro ini sangat berpotensi untuk pengembangan sumber daya alam yang bermanfaat baik untuk masyarakat Bojonegoro khususnya maupun secara nasional pada umumnya," pungkasnya.(fin)

Credits

Bagikan