Dinas Pertanian Sebut Kopi Tlogohaji Bukti Potensi Bojonegoro

user
Sasongko 26 September 2022, 22:35 WIB
untitled

Suarabanyuurip.com - Arifin Jauhari

Bojonegoro - Keberhasilan Lilik Budi Witoyo dalam mengembangkan empat varietas kopi di Desa Tlogohaji, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mendapat perhatian Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro.

Karena keberhasilannya memanen biji kopi dengan baik sebagai bukti, bahwa Bojonegoro memiliki potensi untuk pengembangan tanaman kopi. Meski dataran rendah.

"Kami juga sedang mengembangkan tanaman kopi robusta di wliayah barat, yakni di Desa Beji, Kecamatan Kedewan. Baru setahun, saat ini sedang berbunga. Nah kopi di Tlogohaji itu kan bukti potensi yang menguatkan, bahwa kopi bisa berkembang di dataran rendah," kata Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan, Holtikultura, dan Perkebunan DKPP Bojonegoro, Imam Nurhamid, kepada SuaraBanyuurip.com, Senin (26/09/2022).

Imam mengaku, antusias atas kabar adanya empat varietas kopi, robusta, arabica, liberika, dan ekselsa yang berhasil berbuah baik dan telah dipanen untuk dikonsumsi. Bahkan, pihaknya berencana dalam waktu dekat mengunjungi guna melihat secara langsung kopi di Tlogohaji.

"Kami akan lihat ke Tlogohaji, barangkali bisa kami lihat potensi pengembangan tanaman kopi di daerah timur. Menyusul pengembangan kami di wilayah barat," ujarnya.

Tanaman kopi di Desa Beji, Kecamatan Kedewan, yang kini mulai berbunga.
© 2022 suarabanyuurip.com/Arifin Jauhari

Berkenaan pengembangan tanaman kopi di wilayah Bojonegoro bagian barat, DKPP menyebut telah menanam sebanyak 300 batang pohon kopi varietas robusta. Bibitnya diperoleh dari Puslitkoka (Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia) Jember.

Saat ini, pengembangan kopi robusta yang telah beranjak berbunga itu di lahan seluas kurang lebih seperempat hektar. Dalam perhitungan idealnya, untuk lahan satu hektar bisa ditanami 1.600 batang pohon kopi dengan jarak tanam sekira 2,5 meter.

"Dari bunga menjadi buah ini butuh waktu kira-kira dua bulan. Tentu dengan ada bukti yang telah bisa panen dalam jumlah banyak ini, nanti bisa kita lihat klon apa dari varietas robusta yang paling tepat di Bojonegoro," tandasnya.

Sementara itu, petani kopi Desa Tlogohaji, Lilik Budi Witoyo, mempersilakan siapa saja yang berminat turut serta bertanam kopi. Bahkan, hingga hari ini, ia telah menyemai bibit kopi di tempatnya sebanyak 5.000 bibit.

"Bibit ini saya berikan cuma-cuma kepada yang sungguh-sungguh belajar dan berminat mengembangkan tanaman kopi. Nanti kita belajar sama-sama," pungkasnya.(fin)

Kredit

Bagikan