Belanja Negara Capai Rp.1.657 Triliun Hingga Agustus 2022

user
Nugroho 27 September 2022, 14:30 WIB
untitled

Suarabanyuurip.com - d suko nugroho

Jakarta - Hingga Agustus, APBN telah membelanjakan Rp.1.657 triliun atau 53,3% dari total belanja negara tahun 2022 ini. Belanja tersebut di antaranya meliputi belanja kementerian/lembaga, penyaluran bantuan sosial dan program pemulihan ekonomi, pengadaan peralatan, infrastruktur, belanja pegawai, dan kegiatan operasional.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati merinci, dari jumlah realisasi belanja tersebut Belanja Kementerian/Lembaga mencapai Rp575,8 triliun atau 60,9%. Belanja ini dimanfaatkan untuk penyaluran berbagai bantuan sosial dan program pemulihan ekonomi nasional ke masyarakat; pengadaan peralatan/mesin, jalan, jaringan, irigrasi; belanja pegawai termasuk THR dan Gaji ke-13; dan kegiatan operasional K/L.

Selanjutnya, Belanja Non K/L terealisasi sebesar Rp602,3 triliun atau 44,4%. Realisasi diarahkan utamanya untuk penyaluran subsidi, kompensasi BBM dan listrik, dan pembayaran pensiun termasuk THR dan pensiun 13, serta jaminan kesehatan ASN.

“Belanja Non KL ini yang mencapai Rp602,3 triliun adalah belanja yang langsung melindungi masyarakat. APBN hadir atas nama negara untuk melindungi masyarakat dari berbagai guncangan,” tandas Menkeu dalam keterangan tertulisnya.

Sementara itu, transfer ke daerah hingga Agustus telah mencapai Rp478,9 triliun atau 59,5%. Realisasi ini naik 1,3% dibandingkan tahun lalu yang mencapai Rp472,9 triliun. Kinerja penyaluran TKD dipengaruhi kondisi penyaluran Dana Bagi Hasil reguler yang lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu, adanya pembatasan waktu penyampaian syarat salur tahap I yang lebih cepat, dan penyaluran Dana Insentif Daerah tahap I sebesar 50% telah disalurkan seluruhnya.

Sedangkan pada pembiayaan investasi terus didorong untuk mendukung pembangunan di sektor prioritas dan upaya pemulihan ekonomi. Realisasi pembiayaan investasi sampai dengan 31 Agustus 2022 mencapai Rp55 triliun terutama pada pembiayaan investasi pada klaster infrastruktur mendukung belanja modal K/L khususnya dalam penyelesaian proyek strategis nasional dan pembiayaan sektor perumahan.(suko)

Kredit

Bagikan