Guna Tembus Pasar Internasional, Mendes Minta Perluas Skala Ekonomi Pisang Cavendish

user
Sasongko 29 September 2022, 06:28 WIB
untitled

Suarabanyuurip.com - Sami'an Sasongko

Jakarta - Guna bisa menembus pasar internasional, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Republik Indonesia (RI), Abdul Halim Iskandar meminta agar diperluas skala ekonomi Pisang Cavendish.

Perluasan skala ekonomi pisang cavendish ini dilakukan dengan mengidentifikasi desa-desa potensial yang bisa dijadikan kebun pisang cavendish skala besar.

Selain itu, Abdul Halim Iskandar juga meminta keterlibatan Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesma) dalam budidaya pisang Cavendish agar segala keuntungan bisa kembali ke desa.

"Jadi nanti dimulai dari identifikasi desa, terus didata masyarakat yang sudah berminat di wilayah mana saja. Kalau sudah ada petanya nanti saya ke bupatinya. Sekaligus dengan Kepala Desa (Kades) di wilayah itu langsung membentuk Bumdesma agar disiapkan alur kerjanya," ujar pria yang akrab disapa Gus Halim, dikutip dari website kemendesa saat menerima audiensi Director Corporate Affair PT GGP, Welly Soegiono di Jakarta, Rabu (28/9/2022).

Program tanam pisang Cavendish yang dilaksanakan pada tahun 2021 sukses diberbagai daerah. Bahkan di Ponorogo, Bali, dan Lampung telah diekspor ke berbagai negara. Kesuksesan tersebut dilanjutkan dengan rencana penanaman pisang Cavendish di Jember, Ponorogo, Bondowoso, dan Kawasan transmigrasi Mesuji, Lampung.

Director Corporate Affair PT Great Giant Pineapple (GGP), Welly Soegiono memaparkan, aajika pertumbuhan pisang bisa lebih digenjot jika petani miliki akses pupuk yang baik.

"Sekarang ini kan akses pupuk kita belum stabil. Kalau pun punya uang, pupuknya belum ada. Beli pun bisa jadi palsu karena memang belum tersedia,” terang Welly.

Welly menjelaskan, model kemitraan yang dipilih dalam penanaman pisang Cavendish adalah Creating Shared Value (CSV).

"Artinya bahwa perusahaan tidak hanya mencari keuntungan tetapi secara bersamaan memajukan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat," pungkasnya.

Hadir dalam audiensi tersebut Sekjen Taufik Madjid, Dirjen PEID Harlina Sulistyorini, Kepala BPI Ivanovic Agusta, dan Penggerak Swadaya Masyarakat Ahli Utama Aisyah Gamawati.(sam)

Kredit

Bagikan