KPA Makmur Sejahtera Bersama Serap Ratusan Ton Produksi Padi Petani

user
Sasongko 12 Oktober 2022, 21:40 WIB
untitled

Suarabanyuurip.com - Arifin Jauhari

Bojonegoro - Koperasi Produsen Agribisnis (KPA) "Makmur Sejahtera Bersama" di Desa Katur, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mampu menyerap ratusan ton padi dalam sekali musim tanam.

Pengurus KPA Makmur Sejahtera Bersama, Sunjani mengatakan, KPA Makmur Sejahtera Bersama berdiri sejak 2016 dengan tujuan kesejahteraan anggota yang bergerak di bidang agribisnis.

Pendirian itu dilatarbelakangi oleh banyaknya keluhan petani sekitar saat panen yang merasa rugi akibat harga gabah yang justru anjlok. Kemudian para petani dari 12 desa se Kecamatan Gayam dan dari 2 desa di Kecamatan Kalitidu bergabung menjadi anggota.

"Kami merintis koperasi ini dengan susah payah. Sampai akhirnya bisa membangun jejaring dan pemasaran sampai ke luar kota. Misalnya di Malang," katanya kepada SuaraBanyuurip.com, Rabu (12/10/2022).

Bahkan, dalam perjuangannya, produk beras jenis menthik wangi yang diproses di penggilingan milik koperasi harus pula melalui uji laboratorium demi meyakinkan kualitas produk kepada calon konsumen.

Perjuangan KPA itu akhirnya membuahkan hasil standarisasi produk yang telah terbukti lolos uji sertifikasi dari salah satu laboratorium di Surabaya. Sehingga kualitasnya dikatakan tak perlu diragukan lagi.

"Total, tidak kurang dari 1.000 ton gabah kering petani telah diolah dan dibeli di koperasi menjadi produk beras yang dinamakan 'Patembayan Dewi Sri'," ujar Sunjani.

Pengurus KPA Makmur Sejahtera Bersama, Sunjani, saat rapat kerja sama dengan PT Baasithu Boga Services.
© 2022 suarabanyuurip.com/Arifin Jauhari

Dijelaskan, bahwa produk beras besutan KPA ini memiliki aroma wangi yang pulen, mempunyai nilai gizi yang tinggi dan sangat baik untuk kesehatan.

Oleh karena itu, operator lapangan migas Banyu Urip, Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) kemudian bersedia menerima pasokan beras merek Patembayan Dewi Sri itu setelah melalui kerja sama dengan vendor kateringnya yang ditandatangani pertengahan tahun 2022 lalu.

"Pada kiriman perdana, kami pasok 1,1 ton beras untuk memenuhi kebutuhan pangan para pekerja," jelas Sunjani.

Pasokan tersebut merupakan sebagian dari pemrosesan gabah kering yang berhasil diserap oleh KPA dari para petani. Sunjani menyebut serapan maksimal gabah kering dari 263 petani lokal selama ini mencapai 180 ton.

Keberhasilan itu diakui oleh Sunjani tak lepas dari peran EMCL yang terus menerus memberikan pendampingan kepada pihaknya. Mulai dari bantuan modal usaha, alat penggilingan padi, uji laboraorium hingga akses pasar sebagai pemasok beras di lapangan Banyu Urip.

Pria ramah ini menambahkan, tentu tak bisa dipungkiri, KPA Makmur Sejahtera Bersama telah menjadi solusi bagi petani lokal serta turut menjaga ketahanan pangan di Kabupaten Bojonegoro.

Kini, Patembayan Dewi Sri sudah bisa didapat di minimarket dan pertokoan modern di Bojonegoro. Distribusi ini bahkan juga berkembang memanfaatkan platform digital. Dampak pandemi telah memaksa pengelola koperasi untuk senantiasa membuat terobosan pemasaran.

"Kami ucapkan terima kasih kepada EMCL yang sudah mendukung kami," ucapnya.

Terpisah, Community Relation EMCL, Rifqi Romadhon mengungkapkan, pengiriman beras untuk kebutuhan pangan para pekerja di Lapangan Banyu Urip dipasok oleh KPA Makmur Sejahtera Bersama dengan periode pengiriman seminggu sekali. Jumlahnya menyesuaikan dengan kebutuhan.

"Kerja sama KPA dengan Baashitu sebagai vendor katering adalah upaya EMCL untuk menciptakan nilai bersama atau 'creating shared value' dari program pengembangan ekonomi yang kami laksanakan," ungkapnya.

Kendati sebagai binaan, tidak lantas KPA mendapat fasilitas langsung diterima pasokan produknya. Uji kualitas tetap dilakukan dengan tujuan agar KPA mampu profesional dalam menjalankan usaha mengikuti aturan bisnis.

"Harapan kami, tentu para petani yang tergabung di KPA mampu semakin bersaing di pasar industri pangan," pungkasnya.(fin)

Kredit

Bagikan