Perkuat Kelompok Rentan dan Marginal, Konsorsium PDTC Gulirkan Program PRB

user
Nugroho 21 Oktober 2022, 11:07 WIB
untitled

Suarabanyuurip.com - d suko nugroho

Bojonegoro - Konsorsium Penguatan Desa Tanggap Covid-19 (Konsorsium PDTC) yang digerakkan Asosiasi untuk Demokrasi dan Kesejahteraan Sosial (Ademos), Alterasi, ARM dan YISI menggulirkan program memperkuat desa dalam pengurangan risiko bencana (PRB). Program tersebut menyasar kelompok rentan dan marginal di tingkat desa yang terdampak pandemi Covid-19.

Program tersebut salah satunya menyasar Desa Karangjati, Kecamataan Pandaan, Kabupaten Pasuruhan, Jawa Timur.

"Ada 30 perwakilan Kelompok Rentan dan Marginal dari lima dusun di Desa Karangjati yang hadir dalam dialog ini," kata Ketua Yayasan Investasi Sosial Indonesia (YISI), Syukur Sugeng Apriwiyanto saat dialog di balai desa setempat, Kamis (20/10/2022).

Apri, panggilan akrabnya, menyampaikan kelompok rentan dan marginal yang hadir merupakan kelompok Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA), disabilitas, lansia, fakir miskin, dan warga desa yang kehilangan mata pencaharian akibat pandemi COVID-19.

"Mereka ini orang-orang yang memiliki kerentanan ekonomi, kesehatan, dan terpinggirkan dalam politik kebijakan. Maka dari itu pada hari ini kami ajak untuk berdialog dengan Pak Kades, BPD dan Pemerintah Desa," jelas Apri panggilan akrabnya.

Kepala Desa Karangjati, Kuyatip menyambut dengan tangan terbuka kegiatan yang difasilitasi Ademos, YISI, Alterasi dan ARM. Pemerintah Desa Karangjati, lanjut dia, akan melanjutkan program yang telah dijalankan Konsorsium PDTC dalam mengispsirasi ketangguhan desa dalam aspek ekonomi, kesehatan dan kesiapsiagaan desa yang didukung SIAP SIAGA.

Kuyatip berharap warga Desa Karangjati, FPRB dan tim kesehatan desa yang telah mendapatkan dukungan bantuan dari Konsorsium PDTC dan SIAP SIAGA agar memanfaatkannya dengan baik.

"Jangan ada yang dijual, yang disimpan atau tidak dimanfaatkan. Jika ada permasalahan atau kebutuhan yang diperlukan, semisal sudah dapat kompor masih butuh tatakan tempat kompor atau kitchen set yang lain dapat disampaikan ke RT setempat agar diteruskan kepada pemerintah desa," pesan Kuyatip.

Dia juga mengimbau agar setelah ini nanti Kelompok Rentan dan Marginal yang ada di sini membentuk Kelompok Masyarakat (Pokmas) yang ada perwakilannya hingga ke dusun-dusun agar ke depan aspirasinya dapat disampaikan dalam forum Musdes.

Sementara itu, perwakilan Ademos yang juga sebagai manajer program, A Shodiqurrosyad menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan program memperkuat Desa dalam PRB dan Pemulihan Dampak Covid-19 di Kabupaten Pasuruan dan Kabupaten Pacitan.

Program ini, lanjut Arsyad, dijalankan Konsorsium PDTC yang digerakkan Ademos, YISI, Atmawidya Alterasi Indonesia (AAI), dan Association of Resiliency Movement (ARM); dengan dukungan dana hibah pemerintah Australia kepada Indonesia yang dikelola SIAP SIAGA.

"Semoga yang kita lakukan bermanfaat bagi masyarakat dan dapat mewujudkan mimpi kita semua untuk membentuk ketangguhan desa," harap Arsyad.(suko)

Kredit

Bagikan