Solichin Kolektor Barang Antik, Berawal Hobi Jadi Sumber Ekonomi

user
nugroho 17 Juni 2022, 08:09 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - Joko Kuncoro

Bojonegoro - Solichin boleh dibilang cukup berpengalaman di dunia barang antik. Sejak 2017 ia menggeluti dunia koleksi barang antik. Hobi itu terus berlanjut dan menjadi bisnis utamanya. Hal itu karena usaha bengkel modifikasi motornya sepi pengunjung semenjak pandemi Covid-19.

Di rumahnya, penuh dengan koleksi barang jadul. Dari harga ratusan ribu hingga puluhan juta rupiah. Yakni mulai dari sepeda ontel zaman Jepang, radio hingga jam dinding zaman Belanda, semua itu tersimpan rapi di rumah Solichin di Kelurahan Ledok Kulon, Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro.

"Saya mulai 2017 lalu untuk koleksi barang antik. Awalnya senang saja barang-barang antik, untuk koleksi pribadi, lama kelamaan kok kalau dijadikan bisnis lumayan. Saya prinsipnya mengalir saja. Jarang pegang uang, karena lebih banyak saya belikan barang," katanya sebagaimana dikutip dari Channel YouTube dariNOL.

Sebelum mengoleksi barang antik, Solichin awalnya juga hobi modifikasi motor di bengkelnya. Namun, saat pandemi, usaha barang antik miliknya malah berjalan dan dapat memberikan peluang ekonomi.

"Saya kalau beli barang antik hingga keluar kota. Dan lebih mengandalkan jejaring sosial seperti komunitas di media sosial seperti Facebook dan Instragram," katanya, Kamis (16/6/2022).

Dia mengatakan jual beli barang antik sangat menguntungkan bahkan bikin ketagihan. Misalnya, saat dia membeli barang antik di barang bekas dengan harga per kgnya Rp 20 ribu, akan tetapi waktu sudah diperbaiki laku hingga Rp 2 juta.

"Ya, tidak masuk logika karena harganya lebih mahal dan berkali lipat saat dijual. Misalnya seperti setir mobil merek Wilis itu harganya Rp 2 juta padahal saya belinya kiloan," katanya.

Dia menambahkan, ada banyak koleksi barang antik di rumah seperti sepeda ontel zaman Jepang, radio hingga jam dinding zaman Belanda. Harganya tergantung jenisnya mulai dari Rp 2 juta hingga Rp 10 juta.

"Ya awalnya barang tersebut rusak kemudian saya perbaiki. Namun, saya belum menerima servis barang antik dari orang lain karena hanya menerima barang antik saja," katanya.(jk)

Kredit

Bagikan