Kajari Bojonegoro : Kami Temukan Indikasi Korupsi Pembangunan MCK BKD Deling

user
samian 11 Juni 2022, 18:37 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - Arifin Jauhari

Bojonegoro - Kejaksaan Negeri Bojonegoro, mengaku menemukan indikasi korupsi pada pembangunan fasilitas MCK (Mandi, Cuci, Kakus) yang bersumber dari dana BKD (Bantuan Keuangan Desa) Deling, Kecamatan Sekar, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

"Kami sudah menerjunkan tim dan telah menemukan indikasi adanya dugaan korupsi proyek pembangunan jamban di Desa Deling dari dana BKD," kata Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bojonegoro, Badrut Tamam kepada SuaraBanyuurip.com, Sabtu (11/06/2022).

Dijelaskan, bahwa pihaknya akan mendorong tim Kejaksaan agar segera menuntaskan kasus ini. Sehingga dalam minggu ini laporan tersebut dapat segera naik dari tingkat penyelidikan ke proses penyidikan.

Pria asli Madura ini sebelumnya menyatakan sudah menindaklanjuti laporan warga terkait dugaan kasus korupsi BKD jambanisasi Desa Deling sampai pada tahap Pengumpulan Bahan Keterangan (Pulbaket).

Dalam penanganan perkara dugaan korupsi ini, Badrut juga memastikan bahwa pihaknya tidak mendapat intervensi dari siapapun atau dari pihak di luar institusi.

"Kalau toh pun ada (intervensi) itu tidak akan dapat mengubah hasil temuan kami dilapangan," pungkas pria yang karib disapa BT.

Diwartakan sebelumnya, rombongan Wakil Bupati (Wabup) Bojonegoro, Budi Irawanto, dicegat sejumlah warga Desa Deling, Kecamatan Sekar, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, saat pulang kegiatan panen raya jagung bersama petani setempat, Kamis (09/06/2022).

Mereka mempersoalkan anggaran pembangunan MCK yang dilaksanakan Pemerintah Desa Deling. Material pembangunan yang digunakan diduga tidak sesuai dengan Rancangan Anggaran Biaya (RAB). Dan juga sudah dilaporkan ke Aparat Penegak Hukum (APH).

Widodo mengaku, telah melaporkan dugaan ketidaksesuaian material yang diduga tidak sesuai Rancangan Anggaran Biaya (RAB) tersebut ke Aparat Penegak Hukum (APH).

"Kami ingin keadilan Pak, laporan sudah kami lakukan sejak Januari 2022 lalu. Jika tidak ke APH, kepada siapa lagi kami mengadu," ujar Widodo di hadapan Mas Wawan sapaan akrab Wabup Budi Irawanto.(fin)

Kredit

Bagikan