Mahasiswa KKN Unigoro Beri Pendampingan Pelaku UMKM Keripik di Tuban

user
nugroho 03 Agustus 2022, 21:57 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - Joko Kuncoro

Bojonegoro - Mahasiswa kuliah kerja nyata tematik (KKNT) Universitas Bojonegoro (Unigoro) melakukan pendampingan usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Desa Wukirharjo, Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Pendampingan itu, selain meningkatkan sumber daya manusia juga membantu pemasaran secara digital.

Ketua Kelompok 25 KKNT Universitas Bojonegoro (Unigoro) Anang Bayu Wicaksono mengatakan, KKN Unigoro di tahun 2022 ini berkolaborasi dengan Universitas PGRI Ronggolawe Tuban. Tentu kolaborasi ini akan menjadi pembeda karena selain bertukar pengalaman juga menjalin komunikasi antar perguruan tinggi.

"Fokus utama KKN Unigoro tahun ini melakukan pendampingan UMKM dan program tambahan pengabdian masyarakat," katanya, Rabu (3/7/2022).

Mahasiswa KKN Unigoro Beri Pendampingan Pelaku UMKM Keripik di Tuban Mahasiswa Unigoro menunjukan cara mengupas ketela sebelum dimasak untuk dijadikan keripik.(jk)

Dia mengatakan, UMKM merupakan wadah untuk mengembangkan para pemilik usaha. Salah satunya, yang terpilih untuk mendapatkan pendampingan dari mahasiswa KKN Unigoro yakni UMKM Melati.

UMKM Melati di Desa Wukirharjo, Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban, Jawa Timur ini berdiri sejak 2010 lalu. Namun, usaha ini belum memiliki legalitas atau izin usaha, juga pemasarannya belum meluas.

"UMKM melati memproduksi berbagai macam olahan keripik. Diantaranya meliputi keripik singkong, ketela, mbote, pisang, sukun, rempeyek ,dan juga kerupuk rambak," kata Bayu.

Dia mengatakan, pendampingan UMKM yang dilakukan mahasiswa Unigoro berfokus pada legalitas usaha, digital marketing, dan rfisiensi produksi. Selain itu, juga yang tak kalah penting adalah pengembangan sumber daya manusia di UMKM tersebut.

Mahasiswa KKN Unigoro Beri Pendampingan Pelaku UMKM Keripik di Tuban Mahasiswa Unigoro bersama pelaku UMKM melakukan pengemasan keripik yang menarik agar menaikan nilai jual.(jk)

"Empat poin tersebut merupakan fokus utama dalam pendampingan UMKM Melati. Saat ini program tersebut sudah terlaksana dengan baik. Dari pembaharuan packaging hingga legalitas merek dagang," katanya.

Sementara itu, Pemilik Usaha Ibu Winarti mengucapkan terima kasih atas bantuan dari kelompok KKN 25 Universitas Bojonegoro. Sebab, telah membantu mendampingi usaha UMKM Melati ini.

"Iya saya merasa terbantu atas program KKN ini," katanya.(jk)

Credits

Bagikan