Menteri ESDM Kembali Kunjungi Proyek Gas JTB

user
samian 28 Juli 2022, 19:43 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - Sami'an Sasongko

Bojonegoro - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif, kembali mengunjungi proyek pengembangan lapangan gas Jambaran-Tiung Biru (JTB) yang tengah mempersiapkan proses gas-in di Desa Bandungrejo, Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Kamis (28/07/2022).

Dalam kunjungan ini Menteri ESDM didampingi oleh Dirjen Migas Tutuka Ariadji, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati, dan Direktur Utama Subholding Upstream Pertamina, Budiman Parhusip.

Menteri ESDM, Arifin Tasrif, mendapatkan penjelasan terkait project yang beberapa waktu kedepan akan memasuki fase produksi. Untuk itu Menteri ESDM mengharapkan tim JTB lebih bersemangat merampungkan pekerjaan ini.

Kunjungan kerja (Kunker) ini merupakan kali kedua selama pandemi. Menteri ESDM melihat langsung pembangunan JTB yang merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) dari sektor energi. Sebelumnya, pada April 2021 silam saat pandemi gelombang kedua mengalami kenaikan, Arifin Tasrif juga menyempatkan mengecek langsung progres JTB.

Saat mendampingi kunker Menteri ESDM

Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Nicke Widyawati menegaskan, optimis dengan rencana Gas on Stream (GoS) pada proyek ini dapat terealisasi beberapa saat lagi.

"Sekarang ini hanya tinggal menunggu persiapan gas-in saja, untuk kemudian dilanjutkan dengan commissioning start up. Gas-in adalah pengaliran gas dari sumber sumurnya menuju Gas Processing Facilities (GPF) untuk diolah sebelum memasuki tahap on stream," terang Nicke, dalam surat elektronik yang diterima SuaraBanyuurip.com.

Ditambahkan, trend harga minyak dan gas dunia yang tengah tinggi seperti saat ini tentu produksi migas akan memberikan pemasukan yang besar bagi negara.

"Setelah memasuki produksi gas nanti, gas JTB akan memberikan peningkatan produksi gas nasional, dan harga gas yang sedang tinggi seperti hari ini tentu ini memberikan kontribusi besar untuk pendapatan negara," katanya.

Menteri ESDM Kembali Kunjungi Proyek Gas JTB Rombongan Menteri ESDM, Arifin Tasrif, diterima oleh Direktur Utama PT Pertamina EP Cepu, Awang Lazuardi, Pjs. General Manager Gas Project JTB, Ruby Mulyawan.

Selama kunjungan, rombongan diterima oleh Direktur Utama PT Pertamina EP Cepu (PEPC), Awang Lazuardi, dan Pjs. General Manager Gas Project JTB, Ruby Mulyawan, beserta jajaran manajemen PEPC.

Sebelum melihat secara langsung fasilitas produksi di GPF, rombongan mendapatkan pemaparan dari manajemen PEPC terkait persiapan gas-in serta beberapa aspek teknis terkait penyelesaian proyek JTB termasuk aspek HSSE yang saat ini telah mencapai 56 juta lebih jam selamat.

Proyek JTB adalah PSN dengan Capital expenditure (Capex) mencapai USD 1,5 miliar yang diproyeksikan menjadi salah satu calon penghasil gas terbesar di Indonesia, dengan produksi sales gasnya mencapai 192 Million Standard Cubic Feet per Day (MMSCFD). Dari jumlah tersebut, 100 MMSCFD telah dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan gas pembangkit listrik PT PLN.

Pasokan gas dari JTB diharapkan segera dapat dimanfaatkan untuk pemenuhan kebutuhan listrik, industri terutama pupuk, serta industri lainnya seperti keramik dan petrokimia di beberapa wilayah yang ada di daerah Jawa Timur dan Jawa Tengah melalui transportasi pipa gas Gresik-Semarang.(sam)

Kredit

Bagikan