Petani Lokal Jalin Kerja Sama Pasok Beras untuk Katering di Lapangan Minyak Banyu Urip

user
nugroho 27 Juli 2022, 22:13 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - d suko nugroho

Bojonegoro - Para petani yang tergabung dalam Koperasi Produsen Agribisnis (KPA) Makmur Sejahtera Bersama menandatangani kerja sama pasok beras dengan vendor katering Lapangan Banyu Urip, PT Baashitu Boga Services. Upacara penandatanganan kerja sama dilakukan di kantor KPA di Desa Katur, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Rabu (27/7/2022).

Kegiatan ini sekaligus pengiriman perdana beras produk KPA ke kantor Baashitu. Setidaknya 1,1 ton beras sudah terkirim hingga siang tadi. Selanjutnya beras dikelola oleh Baashitu untuk kebutuhan makan para pekerja di Lapangan Banyu Urip.

Jajaran manajemen dari operator Lapangan Banyu Urip, ExxonMobil Cepu Limited selaku pengguna jasa Baashitu juga menyaksikan acara ini. Begitu pula Kepala Desa Katur dan Forum Pimpinan Kecamatan Gayam hadir mendukung adanya kerjasama petani lokal dengan perusahaan tersebut.

“Kami bangga sekaligus senang bisa menyaksikan penandatanganan kerja sama ini. Sebuah awal yang baik untuk kesuksesan bersama,” ujar External Affairs Manager EMCL, Ichwan Arifin.

Dia menuturkan bahwa KPA Makmur Sejahtera Bersama adalah hasil dari Program Pengembangan Masyarakat (PPM) yang dilaksanakan EMCL sejak tahun 2014. Pada saat itu, EMCL memberikan pendampingan kepada para petani di sekitar Lapangan Banyu Urip. Mulai dari petani padi, peternak, hingga masyarakat produsen hasil pertanian.

KPA menjadi wadah bagi 263 petani binaan program dari 12 desa di Kecamatan Gayam dan 2 desa di Kecamatan Kalitidu. Pada para petani dibeli oleh koperasi, lalu diolah menjadi produk beras konsumsi. “Patembayan Dewi Sri” adalah merk beras jenis menthik wangi yang dijual oleh KPA.

Petani Lokal Jalin Kerja Sama Pasok Beras untuk Katering di Lapangan Minyak Banyu Urip Ketua KPA, Darusman menceritakan perjuangan petani hingga bisa memasok beras untuk katering di Lapangan Minyak Banyu Urip.(ist/sbu)

Produk beras tersebut dijual kepada konsumen di toko-toko dan minimarket, serta kerjasama dengan perusahaan seperti hotel dan distributor. Beras Patembayan Dewi Sri beredar di Bojonegoro hingga beberapa kota lainnya di Jawa Timur. Lebih dari seribu ton gabah kering telah diserap dari petani dan diolah menjadi beras produk KPA yang bernilai lebih, serta pada akhirnya keuntungan koperasi kembali untuk para petani sebagai anggota.

“Kerjasama KPA dengan Baashitu adalah upaya kita untuk menciptakan nilai bersama atau creating shared value dari program kemasyarakatan yang kita laksanakan,” imbuh Ichwan.

Melalui kerja sama ini, tutur Ichwan, selain programnya berkelanjutan, juga meningkatkan daya saing KPA sebagai produsen beras. Kerjasama terwujud setelah berbagai upaya dilakukan agar KPA bisa memenuhi standard kualitas industri hulu migas yang menerapkan prioritas utama pada keselamatan dan kesehatan.

“Kerjasama ini menjadi bukti bahwa para petani yang tergabung di KPA mampu bersaing di pasar industri pangan,” kata Ichwan.

Sementara itu, Kepala Desa Katur, Sukono selaku tuan rumah bagi KPA menyampaikan apresiasi kepada EMCL dan Baashitu yang telah memberi kesempatan bagi petani lokal untuk menjadi bagian dari industri hulu migas yang ada di Lapangan Banyu Urip. Sejak awal adanya KPA, dirinya mengharapkan adanya kerja sama ini.

“Hari ini terwujud impian saya sejak lama. Saya sangat terharu dan bangga,” ujar Sukono.

Ketua KPA, Darusman mengatakan bahwa kerja keras para petani untuk mewujudkan kerja sama pasok beras ini sangat luar biasa. Proses mulai dari uji kualitas di laboratorium hingga sertifikasi dilakukan dengan sabar dan konsisten, pantang menyerah. Bagi mereka, tidak mudah untuk sampai pada level tersebut.

“Terima kasih kepada EMCL yang terus mendukung kami. Mulai dari pendampingan, pemberian modal usaha, hingga bantuan alat seperti penggilingan, ayakan gabah, dan berbagai alat penunjang lainnya demi terwujudnya kemandirian petani lokal,” jelas Darusman.

Dia berharap, KPA bisa terus menjawab tantangan dan kebutuhan industri dan para petani. KPA bisa menjadi solusi bagi petani lokal dan turut membantu ketahanan pangan di Kabupaten Bojonegoro.

“Semoga kita bisa terus konsisten, maju, dan mampu bersaing ke level yang lebih tinggi dan lebih luas cakupannya,” pungkasnya.(suko)

Kredit

Bagikan