Program "Mampir", Cara Rekind Membangun Komunikasi untuk Sukseskan Proyek Gas JTB

user
nugroho 25 Juli 2022, 12:30 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - d suko nugroho

Bojonegoro - PT Rekayasa Industri (Rekind) memiliki program "Mampir" untuk membangun komunikasi dengan stakeholder di wilayah proyek rekayasa, pengadaan dan konstruksi fasilitas pemrosesan (Engineering, Procurement and Construction - Gas Processing Facility/EPC-GPF) Jambaran - Tiung Biru (JTB). Program tersebut menjadi salah satu kunci keberhasilan Rekind menyelesaikan proyek strategis nasional (PSN) di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Site Manager PT Rekind, Zaenal Arifin mengatakan, program "Mampir" telah dilaksanakan sejak akan memulai melakukan aktifitas di proyek EPC-GPF JTB pada 2017, hingga konstruksi berlangsung sampai pekerjaan hampir rampung sekarang ini.

"Jadi program Mampir ini kita datang bersilaturahmi ke stakeholder di wilayah proyek gas JTB. Kegiatan ini rutin kita lakukan," kata Zaenal kepada suarabanyuurip.com usai sosialisasi Gas In di Kecamatan Gayam beberapa waktu lalu.

Dijelaskan, program "Mampir" yang dilaksanakan merupakan salah satu cara Rekind membangun komunikasi dengan stakeholder di wilayah proyek Gas JTB. Mulai muspika, kepala desa (Kades), tokoh masyarakat, pemuda, kelompok-kelompok masyarakat, dan vendor lokal yang terlibat di proyek JTB hingga jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) dan lembaga vertikal di tingkat kabupaten.

"Itu kita lakukan secara formil maupun non formil. Bisa kita mampir ke kantor muspika, kantor desa, ke rumah kepala desa, atau juga di warung-warung kopi untuk bertemu dan berdialog langsung dengan warga," tutur Zaenal.

"Di warung kopi ini menjadi sumber informasi. Karena warga sering kali saling bercerita menyampaikan persoalan yang ada sekitarnya," lanjutnya.

Selain membangung komunikasi, lanjut Zaenal melalui program "Mampir" ini menjadi sarana bagi Rekind untuk menyerap aspirasi dan meredam gejolak sosial masyarakat yang dapat menghambat kelancaran proyek EPC-GPF JTB. Juga sarana menyampaikan perkembangan proyek yang sedang berlangsung.

Program Program Mampir PT Rekind ke Redaksi Media Suara Banyuurip (SBU) untuk membangun komunikasi.(dok.sbu)

"Jadi ibaratnya kita jemput bola. Sehingga bisa mengetahui masukan-masukan yang disampaikan stakeholder maupun warga sekitar untuk ditindaklanjuti," ujar Zaenal.

Ia berharap kepada semua pihak untuk mendukung uji coba produksi gas JTB yang sekarang ini sedang dilaksanakan. Uji coba produksi akan dilaksanakan sampai tiga bulan kedepan. Kegiatan ini merupakan rangkaian tahapan penyelesaian proyek sebelum produksi dimulai (onstream).

Multiplier effect proyek EPC Gas JTB, kata Zaenal, selama ini telah dirasakan masyarakat khususnya warga Bojonegoro. Baik melalui penyerapan tenaga kerja langsung, keterlibatan pengusaha lokal, maupun jasa-jasa penunjang lainnya. Seperti rumah kost, laundry, bengkel, UMKM dan lain-lainnya.

Menurut pria yang berdomisili di Kabupaten Tuban itu, perputaran uang di Bojonegoro dari adanya proyek EPC-GPF JTB selama ini mencapai puluhan milyar rupiah setiap bulannya. Jumlah itu hanya dari gaji ribuan perkerja yang terlibat. Belum dari suplaier maupun pengadaan barang dan jasa penunjang lainnya.

"Artinya, proyek ini telah mendorong pertumbuhan perekonomian Bojonegoro," tandas Zaenal.(suko)

Kredit

Bagikan