Raperda Dana Abadi Pendidikan Jadi Solusi Bojonegoro Tak Tergantung Migas

user
nugroho 22 Juli 2022, 20:43 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - Joko Kuncoro

Bojonegoro - Pembentukan raperda dana abadi pendidikan dinilai dapat mengurangi ketergantungan daerah pada sektor migas. Sebab, Pemkab Bojonegoro, Jawa Timur penerimaan APBD terbesar berasal dari sumber daya alam (SDA) migas.

Jubir Fraksi Golkar Ahmad Supriyanto mengatakan, ketergantungan pendapatan pada sektor migas cukup mengkhawatirkan karena besaran penerimaan SDA tidak menentu. Selain itu, hal tersebit pasti akan berdampak pada keberlanjutan pembangunan di daerah.

"Saat harga komoditas jatuh maka anggaran yang diterima daerah otomatis akan ikut turun," katanya, Jumat (22/8/2022).

Karena itu, kata dia, pemerintah daerah perlu mengurangi ketergantungan pendapatan yang bersumber dari sektor migas. Salah satunya menyiapkan raperda dana abadi pendidikan berkelanjutan.

Dia mengatakan, daerah-daerah yang memiliki kekayaan SDA seperti minyak, gas, serta hasil tambang lainnya harus menyiapkan dana abadi sebagai alternatif anggaran. Sebab, dana abadi harusnya dikelola secara khusus untuk investasi jangka panjang.

"Agar pemerintah daerah (pemda) bisa melepaskan dari ketergantungan SDA," katanya.

Sementara itu, Anggota Komisi B DPRD Bojonegoro Lasuri mengatakan, dana abadi dibentuk secara bertahap selama tiga tahun anggaran yakni mulai 2022 hingga 2024 dengan anggaran mencapai Rp 3 triliun.

"Namun, dalam UU No 1 tahun 2022 disebutkan sumber dana abadi daerah berasal dari sisa lebih pembiayaan anggaran (silpa) daerah. Hal itu, agar tidak mengganggu cash flow proses pembangunan," kata Lasuri.

Karena itu, nominal angka besaran dana abadi didasarkan persentase silpa yang dikurangi angka devisit. Sehingga APBD akan sangat sehat dan tidak akan terganggu.

"Bahkan tidak hanya dalam kisaran 3 tahun pemasangan, akan tetapi besaran dana abadi bisa sampai 5 tahun anggaran," katanya.(jk)

Kredit

Bagikan