14 Kasus ODGJ Pasung di Bojonegoro Perlu Mendapat Perhatian Khusus

user
nugroho 20 Juli 2022, 20:47 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - Joko Kuncoro

Bojonegoro - Orang dalam gangguan jiwa (ODGJ) di Bojonegoro, Jawa Timur yang dalam kondisi dipasung perlu mendapat perhatian khusus. Masalah sosial ini, harus segera ditangani agar Bojonegoro bebas pasung dan melaksanakan fungsi sosial ODGJ secara wajar.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bojonegoro Arwan mengatakan, penanganan untuk memulihkan dan mengembangkan kemampuan orang dalam gangguan jiwa (ODGJ) pasung harus dilakukan secara wajar. Hal ini seiring program prioritas Gubernur Jawa Timur dalam penanganan ODGJ.

"Yakni melalui Jawa Timur Bebas Pasung 2023 dan penanganan korban pasung di Jawa Timur. Karena itu, Dinas Sosial Bojonegoro menggelar Family Gathering Penanganan Korban Pasung Psikotik Berbasis Keluarga," katanya, Rabu (20/7/2022).

Dia mengatakan, dengan terwujudnya koordinasi yang kuat dengan stakeholder, terutama dalam menangani korban pasung di Bojonegoro kedepan dapat menuju Jatim bebas pasung.

"Permasalahan pasung harus mendapat perhatian yang lebih. Apalagi di masa pandemi seperti saat ini, sangat berpotensi adanya peningkatan kasus ODGJ. Hal ini harus segera diantisipasi agar kasus-kasus pemasungan bisa segera tertangani dan terselesaikan,” kata Arwan.

Sementara, Pendamping Pasung Kabupaten Bojonegoro Pipit Anggraini Putri mengatakan, jumlah pasung di Bojonegoro saat ini sekitar 14 orang. ODGJ pasung ini, selalu terpantau dan terverifikasi kondisinya.

"Sebab, pasung yang membelenggu orang dengan gangguan jiwa otomatis akan membuatnya semakin terkucilkan. Karena itu perlu ditangani dan dibebaskan," katanya.

Juga, ODGJ pasung akan merasa dibuang, rendah diri, putus asa, dan bisa memunculkan dendam. Tentu jika tidak mendapatkan penanganan medis dan malah dipasung bisa memperburuk kondisinya.(jk)

Kredit

Bagikan