Perempuan Bojonegoro dan Tuban Ikuti Pelatihan Pemasaran Digital

user
samian 14 Juli 2022, 22:39 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - Arifin Jauhari

Bojonegoro - Operator ladang minyak dan gas bumi (Migas) Banyu Urip, Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bersama Yayasan Sri Sasanti Indonesia menggelar pelatihan digital marketing bagi puluhan perempuan dari 15 desa di enam kecamatan, Kabupaten Bojonegoro dan Tuban, Jawa Timur, Kamis (14/07/2022).

Para perempuan perajut ini mendapat materi sekaligus praktek pembuatan materi konten untuk pemasaran selama dua hari bersama para praktisi dan pakar.

“Kegiatan ini bagian dari Program Perempuan Indonesia Merajut yang telah membina ratusan perempuan yang aktif merajut dan menambah pendapatan keluarga,” kata perwakilan EMCL, Hasti Asih di Gedung UMKM Pemkab Bojonegoro.

Menurut Hasti, program Perempuan Indonesia Merajut (PRIMA) telah dilaksanakan sejak 2018 di 11 desa dari 6 kecamatan di Kabupaten Bojonegoro. Setidaknya 200 perempuan perajut telah bekerjasama dengan fashion brand ternama dari manca negara.

“Hari ini kita latih mereka untuk bisa membuat dan memasarkan produk rajut sendiri,” imbuh Hasti.

Dijelaskan, program ini merupakan komitmen EMCL dalam pengembangan ekonomi perempuan di wilayah operasi. Berbagai penghargaan telah diraih program ini karena memberikan dampak nyata pada perubahan ekonomi dan sosial para perempuan.

“Kita mulai dari mental, hingga keterampilan agar para perempuan bisa lebih berdaya,” tandasnya.

Sementara, pendamping Program Yayasan Sri Sasanti, Raras mengatakan, bahwa pada pelatihan ini, peserta diharapkan bisa membuat materi pemasaran online, mulai dari pemotretan produk, pembuatan video produk hingga editing dan posting. Selain itu, selama pelatihan peserta langsung membuat akun toko online dan memuat materi produknya di sana.

“Pelatihan ini lebih banyak prakteknya. Kita ingin setelah dari sini peserta bisa langsung jualan secara daring,” katanya.

Para pelatih dan pemberi materi latihan disebutkan, antara lain Adib Nurdiyanto, Ega Putri Novitasari, Dian Susanti, dan Eni Retnaningsih. Selama pelatihan, peserta aktif melakukan tanya jawab dan menguji coba fitur-fitur di pasar daring.

“Pemateri dan pelatih juga diharapkan bisa menjadi mentor dalam keseharian menjalankan bisnis online peserta,” tambah Raras.

Model pelatihan dan pendampingan ini diharapkan bisa membangun mentalitas wirausaha para perempuan. Karena konsistensi dan ketahanan dalam berwirausaha memerlukan mentalitas yang mumpuni. Bukan hanya butuh modal dan keterampilan.

“Tentu upaya-upaya ini terus mendapatkan dukungan dari Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dan Tuban. Kita terus berkoordinasi dan berkolaborasi,” pungkas Raras.(fin)

Kredit

Bagikan