Pertengahan Tahun 2022, SKK Migas Berhasil Bor 348 Sumur Pengembangan

user
nugroho 14 Juli 2022, 14:14 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - d suko nugroho

Jakarta – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mencatat hingga Juni 2022 realisasi jumlah sumur pengembangan yang telah dibor mencapai 348 sumur atau mencapai 44 persen dari target sebanyak 790 sumur. Hasil tersebut melampaui jumlah sumur pengembangan yang dibor pada periode yang sama tahun 2021 lalu sebanyak 186 sumur.

Deputi Perencanaan SKK Migas Benny Lubiantara menyampaikan, SKK Migas dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) terus melakukan paya peningkatkan produksi migas nasional. Jumlah sumur pengembangan yang telah dibor tahun 2022 ini jumlahnya hampir dua kali lipat dari jumlah sumur tahun 2021 lalu.

"Masifnya kegiatan pengeboran sumur pengembangan menjadi fokus utama SKK Migas karena akan berkontribusi langsung terhadap peningkatan produksi migas nasional,” tegas Benny dalam pernyataannya di Jakarta pada Kamis (14/7/2022).

Benny melanjutkan, realisasi pengeboran sumur pengembangan tersebut masih sejalan dengan rencana SKK Migas di tahun 2022, meskipun masih ada beberapa kendala dalam perizinan dan ketersediaan rig yang menyebabkan beberapa keterlambatan kegiatan pengeboran.

“Namun dengan koordinasi dan kerja sama yang baik dengan pemangku kepentingan, SKK Migas berhasil meminimalisir keterlambatan realisasi pengeboran. Kami berharap kedepan para pemangku kepentingan dapat terus memberikan dukungannya untuk kegiatan hulu migas,” ujarnya.

Benny juga menyampaikan, hasil yang diperoleh dari sumur-sumur yang telah dibor cukup menggembirakan. Dikatakan, terdapat empat sumur pengembangan baru di Wilayah Kerja (WK) Rokan yang mulai dibor pada April 2022 yang berhasil memberikan laju alir awal produksi untuk masing-masing sumur melebihi 1.000 BOPD (barel minyak per hari).

“Keempat sumur tersebut berasal dari Lapangan Petani di WK Rokan, ada 22 sumur pengembangan yang akan dibor sepanjang tahun 2022. Status saat ini sudah ada 11 sumur yang onstream dengan total laju alir awal produksi sebesar 6.760 BOPD, hasil ini jauh melampaui target perkiraan produksi yakni 2.192 BOPD,” ungkap Benny.

Mengacu pada hasil tersebut, Benny mengatakan pihaknya optimis akan dapat memperoleh tambahan produksi minyak yang cukup signifikan melalui masifnya pengeboran sumur pengembangan yang dilakukan di WK Rokan.

“Kami melihat potensi di WK Rokan masih cukup besar dan penting untuk mendukung capaian produksi nasional tahun ini, contohnya empat sumur tersebut masing-masing dapat berproduksi lebih dari 1.000 BOPD, untuk itu SKK Migas bersama PHR (Pertamina Hulu Rokan) berupaya agar realisasi pengeboran sumur pengembangan di WK Rokan dapat mencapai target tahun 2022,” pungkas Benny.(suko)

Kredit

Bagikan