PPDB Belum Maksimal, Pagu SMKN di Bojonegoro Tidak Terpenuhi

user
nugroho 13 Juli 2022, 22:18 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - Joko Kuncoro

Bojonegoro - Penerimaan peserta didik baru (PPDB) jenjang SMKN belum maksimal. Sebab, sebanyak 15 sekolah kejuruan pagunya belum terpenuhi. Juga, beberapa jurusan SMKN di Bojonegoro, Jawa Timur kurang diminati siswa.

Kasi SMK Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Provinsi Jawa Timur wilayah Bojonegoro, Agung Prijono mengatakan, ada sejumlah jurusan SMKN kurang diminati siswa. Misalnya, seperti jurusan Agribisnis, Pengolahan Hasil Pertanian, dan Teknik Minyak dan Gas (Migas).

"Itu jurusan yang kurang diminati siswa. Sehingga, pagu di sekolah kejuruan Bojonegoro belum semua terpenuhi," katanya, Rabu (13/7/2022).

Dia mengatakan, kurang minatnya siswa memilih jurusan tersebut karena masyarakat belum banyak yang mengetahui. Karena itu, jika ada jurusan baru harus gencar disosialisasikan ke masyarakat.

"Karena di jurusan lain banyak yang kelebihan pagu. Jadi hanya perlu disosialisasikan," kata Agung sapaan akrabnya.

Sebab, dari 6.912 pagu awal yang ditentukan hingga penutupan PPDB, masih tersisa 1.109 pagu. Dia mengatakan, ada sebanyak 15 sekolah kejuruan yang pagunya belum terpenuhi dan ada 5.803 siswa diterima.

"Jumlah itu dari 19 SMKN di Bojonegoro dan pagu yang terpenuhi hanya 4 sekolah. Meliputi SMKN 2 Bojonegoro, SMKN Purwosari, SMKN Ngambon, dan SMKN Kasiman sisanya belum terpenuhi semua," katanya.

Sementara itu, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMKN Bojonegoro Suyono mengatakan, program keahlian yang tidak terpenuhi karena tidak familiar di masyarakat. Karena itu, perlu evaluasi dan promosi yang intensif dan terus menerus.

"Sehingga masyarakat tahu dan paham tentang program keahlian yang ada di sekolah tersebut. Dan prospek terhadap program keahlian yanh ada di sekolah," katanya.(jk)

Credits

Bagikan