Industri Hulu Migas Sumbang Penerimaan Negara Rp144,5 Triliun pada Semester I 2022

user
nugroho 12 Juli 2022, 12:37 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - d suko nugroho

Jakarta – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mencatat penerimaan negara dari industri hulu migas pada semester I tahun 2022 mencapai US$ 9,7 miliar atau setara Rp144,5 triliun (kurs dollar Rp14.900).

Selain itu, SKK Migas mengungkapkan beberapa capaian positif lainya yang dicapai pada periode Januari - Juni 2022 adalah reserve replacement ratio (RRR) yang sudah di angka 77% serta cost recovery yang berhasil dijaga pada level yang rendah sebesar US$ 3,2 Miliar.

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto menyampaikan, tingginya harga minyak dan gas dunia menjadi kesempatan emas bagi kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) untuk meningkatkan produksi dan lifting migas nasional yang saat ini masih jauh dari target APBN 2022.

"Sehingga perlu adanya program recovery plan," kata Dwi Soetjipto dalam keterangan resminya saat pembukaan kegiatan CEO Forum ke-4 ditahun 2022 yang diselenggarakan di Wisma Mulia Jakarta (11/7/2022).

Mantan Direktur Utama Pertamina itu mengingatkan situasi global dalam kondisi yang rumit akibat perang antara Rusia dan Ukraina. Dampaknya sistemik berimbas pada melonjaknya harga energi dan pangan dunia sehingga meningkatnya inflasi global. Harga minyak dunia cukup lama berada dikisaran US$ 100 per barel dan harga rata-rata hingga 2023 diperkirakan masih di atas US$ 80 per barel. Begitupula untuk harga gas global juga mengalami peningkatan harga yang cukup signifikan, hingga di atas $25/MMBTU. Dengan harga spot LNG saat ini berada di kisaran $43/MMBTU atau setara US$ 240 per barel setara minyak.

Industri Hulu Migas Sumbang Penerimaan Negara Rp144,5 Triliun pada Semester I 2022 Kegiatan industri hulu migas sumbang penerimaan negara Rp144,5 Triliun pada semester I 2022.(dok.skk migas)

"Melalui CEO Forum ini kami harapkan KKKS mempersiapkan langkah-langkah percepatan dalam menyelesaikan program kerja yang diperlukan agar target kinerja hulu migas sampai akhir tahun 2022 tercapai dengan optimal, dan menyusun Rencana Kerja Tahun 2023 untuk dapat mencapai Visi 2030," pesan Dwi Dwi Soetjipto.

“Kita semua, SKK Migas dan KKKS berada pada kapal yang sama, berada pada arah dan tujuan yang sama, maka dari itu segala hal yang menjadi hambatan mesti dicarikan solusi dan saling terbuka diantara kita semua. Untuk itu pada CEO Forum kedua tahun ini, kita semua harus saling terbuka, jika ada hambatan yang dialami oleh KKKS agar disampaikan secara terbuka, SKK Migas akan membantu mencarikan penyelesaian," lanjutnya.

Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin mengapresiasi atas kontribusi industri hulu migas bagi penerimaan negara dan harapannya agar produksi dan lifting migas dapat ditingkatkan.

“Pemerintah memberikan apresiasi atas kontribuasi industri hulu migas bagi penerimaan negara. Jika di tahun 2021 penerimaan negara sektor hulu migas mencapai US$ 13,7 miliar atau 188% dari target US$ 7,8 miliar. Sampai Juni 2022, kontribusi hulu migas sudah mencapai US$ 9,7 miliar atau 97% dari target APBN 2022 yang sebesar US$ 7,8 miliar”, kata Arifin Tasrif.

Di tengah harga minyak dunia yang tinggi, dengan Indonesian Crude Price (ICP) di bulan Juni yang mencapai US$ 117 per barel, Arifin berharap KKKS dapat menjaga dan meningkatkan produksi dan lifting minyak dan gas untuk memenuhi kebutuhan migas dalam negeri.

“Forum ini menjadi kesempatan para CEO untuk dapat melakukan review capaian setengah tahun pertama 2022 dan memaksimalkan sisa tahun ini. Hal ini sebagai sebagai pijakan turn over menuju 2030. Mari kita tekadkan, bahwa produksi meningkat dan tidak ada penurunan," pungkas Arifin.(suko)

Credits

Bagikan