Wabup Bojonegoro Harap Tradisi Nyadran Terus Dilestarikan

user
samian 03 Juli 2022, 15:43 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - Arifin Jauhari

Bojonegoro - Wakil Bupati (Wabup) Bojonegoro, Jawa Timur, Budi Irawanto, menyebutkan bahwa nyadran merupakan tradisi turun temurun dari leluhur sebagai wujud syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Oleh sebab itu, pria yang akrab disapa Mas Wawan ini berharap agar tradisi Nyadran ini terus dilestarikan.

"Jangan sampai tradisi adiluhung ini terkikis oleh zaman," kata Mas Wawan saat menghadiri nyadran di Desa Kepohkidul, Kecamatan Kedungadem, Minggu (03/07/2022).

Pria asli Bojonegoro ini menambahkan, tradisi nyadran juga sebagai wadah masyarakat untuk saling bergotong royong dalam membangun desa, ikut peduli terhadap kemajuan dan kemandirian desa.

"Tentunya saya berharap, tradisi yang baik ini bisa terus dilestarikan," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Kepohkidul, Samudi menuturkan, bahwa nyadran atau biasa pula disebut sedekah bumi adalah wujud penghormatan kepada alam semesta yang diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Secara rinci dihayati dalam dua bagian. Yaitu  bumi, diistilahkan "Ibu Bumi" dan langit yang disebut "Bapa Angkasa".

"Acara ini digelar sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan atas bumi dan langit. Yang mana melalui ciptaanNya itu telah memberikan rezeki berupa hasil bumi untuk keberlangsungan hidup manusia," katanya.

Dijelaskan, sedekah bumi ini diawali dengan nyekar yang didahuli bersih makam leluhur, dilanjutkan berdoa untuk para leluhur Desa Kepohkidul. Menunjukkan budaya yang berkembang dalam kehidupan masyarakat petani Desa Kepohkidul yang mempercayai ajaran-ajaran seperti memayu hayuning bawana, memayu hayuning praja dan memayu hayuning kulawarga.

"Tradisi nyadran ini juga untuk menghormati para petani yang telah berjasa dalam membuka lahan atau babat alas sebelum kawasan itu bisa ditanami," pungkas Kades berkepala pelontos ini.(fin)

Kredit

Bagikan