Mulai 1 Juli, Pengguna BBM Subsidi Wajib Mendaftar di MyPertamina

user
nugroho 28 Juni 2022, 15:19 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - d suko nugroho

Jakarta - Pertamina Patra Niaga, Sub Holding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero) menerapkan kebijakan baru bagi pengguna Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi mulai 1 Juli 2022. Masyarakat harus terdaftar dalam sistem MyPertamina agar bisa mendapatkan pertalite dan solar subsidi.

Kebijakan tersebut diterapkan agar penyaluran BBM subsidi bisa tepat sasaran. Aturan penyaluran solar subsidi dan pertalite antara lain Peraturan Presiden No. 191/2014 dan Surat Keputusan (SK) BPH Migas No. 4/2020.

“Dalam menyalurkan BBM subsidi ada aturannya, baik dari sisi kuota atau jumlah maupun dari sisi segmentasi penggunanya. Saat ini, segmen pengguna Solar subsidi ini sudah diatur, sedangkan Pertalite segmentasi penggunanya masih terlalu luas. Sebagai badan usaha yang menjual Pertalite dan Solar, kami harus patuh, tepat sasaran dan tepat kuota dalam menyalurkan BBM yang disubsidi pemerintah,” jelas Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Alfian Nasution dalam keterangan tertulisnya.

Menurut dia, saat ini masih terjadi di lapangan adanya konsumen yang tidak berhak mengkonsumsi pertalite dan solar subsidi. Jika tidak diatur, besar potensinya kuota yang telah ditetapkan selama satu tahun tidak akan mencukupi.

Karena itu, lanjut Alfian, untuk memastikan mekanisme penyaluran makin tepat sasaran, maka Pertamina Patra Niaga berinisiatif dan berinovasi untuk melakukan uji coba penyaluran Pertalite dan Solar bagi pengguna berhak yang sudah terdaftar di dalam sistem MyPertamina.

“Kami menyiapkan website MyPertamina yakni https://subsiditepat.mypertamina.id/ yang dibuka pada 1 Juli 2022. Masyarakat yang merasa berhak menggunakan Pertalite dan Solar dapat mendaftarkan datanya melalui website ini, untuk kemudian menunggu apakah kendaraan dan identitasnya terkonfirmasi sebagai pengguna yang terdaftar. Sistem MyPertamina ini akan membantu kami dalam mencocokan data pengguna,” lanjut Alfian.

Pihaknya menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir apabila tidak memiliki aplikasi MyPertamina, karena pendaftaran dilakukan semua di website MyPertamina https://subsiditepat.mypertamina.id/. Pengguna yang sudah melakukan pendaftaran kendaraan dan identitasnya kemudian akan mendapatkan notifikasi melalui email yang didaftarkan. Pengguna terdaftar akan mendapatkan QR code khusus yang menunjukan bahwa data mereka telah cocok dan dapat membeli Pertalite dan Solar.

“Yang terpenting adalah memastikan menjadi pengguna terdaftar di website MyPertamina, jika seluruh data sudah cocok maka konsumen dapat melakukan transaksi di SPBU dan seluruh transaksinya akan tercatat secara digital," tegasnya.

"Inilah yang kami harapkan, Pertamina dapat mengenali siapa saja konsumen Pertalite dan Solar sehingga kedepannya, bisa menjadi acuan dalam membuat program ataupun kebijakan terkait subsidi energi bersama pemerintah sekaligus melindungi masyarakat yang saat ini berhak menikmati bahan bakar bersubsidi,” lanjutnya.

Saat ini Pertamina Patra Niaga terus memperkuat infrastruktur serta kesisteman untuk mendukung program penyaluran Pertalite dan Solar secara tepat sasaran ini. Direncanakan, uji coba awal akan dilakukan di beberapa kota/kabupaten yang tersebar di 5 Provinsi antara lain Sumatera Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Jawa Barat, dan DI Yogyakarta.

Menanggapi kebijakan tersebut, Edi Supraeko, warga Ngraho, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur menilai hal itu justru akan menyusahkan masyarakat, khususnya warga tidak mampu dalam memperoleh BBM subsidi. Sebab tidak semua masyarakat, utamanya warga pedesaan yang paham teknologi.

"Meski itu belum mulai diuji coba dan diterapkan di wilayah Jatim, tapi kebijakan ini akan membikin susah masyarakat. Tidak semua warga paham IT dan bisa mendaftar ke sistem itu," terangnya.

Agar penyaluran BBM subsidi ini tepat sasaran ke pengguna yang berhak, menurut Edi, seharusnya pengawasannya dioptimalkan di masing-masing SPBU. Artinya, petugas SPBU bisa mengarahkan atau tidak melayani pengguna kendaraan mewah yang ingin mendapatkan BBM Subsidi.

"Jadi petugas SPBU harus tegas. Karena mereka yang lebih tahu kendaraan seperti apa yang beehak mendapat BBM subsidi," sarannya.(suko)

Kredit

Bagikan