Pencabulan Anak di Bawah Umur Meningkat

Senin, 01 April 2013, Dibaca : 1349 x Editor : teguh

SuaraBanyuurip.com - Edy Purnomo

Tuban – Sejak tahun 2011 kasus pencabulan, dan persetubuhan anak di bawah umur di wilayah Kabupaten Tuban, Jawa Timur terus mengalami peningkatan. Kondisi ini diketahui terjadi sejak tahun 2011 lalu.

Data dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Tuban, sejak tahun 2011 angka kasus berupa pelecehan seksual, persetubuhan, dan pencabulan anak di bawah umur mengalami kenaikan sejak dua tahun terakhir. Pada tahun 2011, jumlah kasus ini mencapai 28 kasus, sedangkan jumlah kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) hanya berkisar 5 kasus saja.

Tahun 2012 angka kasus ini terus mengalami peningkatan. Yaitu menjadi 32 kasus. Salah satu diantaranya, merupakan tindakan aborsi yang dilakukan dua pasangan remaja yang notabene masih di bawah umur.

Sedang untuk 3 bulan pada awal tahun 2013 ini, jumlah kasus ini sudah mengalami peningkatan daripada awal tahun sebelumnya. Yaitu 6 kasus pada tiga bulan pertama tahun ini.

Dikonfirmasi, Kasatreskrim Polres Tuban AKP Wahyu Hidayat membenarkan adanya peningkatan kasus yang melibatkan anak-anak di bawah umur. Terbanyak, para korban mau untuk diajak bersetubuh atau dicabuli setelah dijanjikan sesuatu.

"Biasanya, kasus pencabulan banyak menggunakan modus bujuk rayu. Salah satunya berjanji akan dinikahi saat hendak disetubuhi," terang Wahyu Hidayat saat dikonfirmasi SuaraBanyuurip.com, Senin (1/4/2013).

Baca Lainnya :

    Untuk itu, dalam waktu dekat ini pihaknya berencana untuk melakukan penyuluhan kepada masyarakat. Agar kejadian seperti ini bisa dihindari. Rata-rata pelaku dijerat dengan Pasal 23 tahun 2002 mengenai perlindungan perempuan dan anak. Dengan ancaman hukuman berkisar antara 5 hingga 15 tahun penjara. (edp)

    Baca Lainnya :

      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more