BKS Blok Cepu Jajaki Ekspor Minyak Banyu Urip

Jum'at, 25 September 2020, Dibaca : 243 x Editor : nugroho

dok/sbu
LAPANGAN MINYAK BANYU URIP : 4 BUMD yang tergabung dalam BKS Blok Cepu sedang jajaki opsi ekspor minyak dari bagi hasil PI 10%.


SuaraBanyuurip.com - d suko nugroho

Bojonegoro - Badan Kerja Sama (BKS) Blok Cepu yang terlibat dalam penyertaan modal (Participating Interest/PI) sedang menyiapkan strategi ekspor minyak mentah dari Lapangan Banyu Urip. Ekspor minyak dilakukan karena stok minyak di semua kilang milik Pertamina telah penuh hingga pertengahan 2021 akibat pandemi virus corona atau Covid-19. Selama ini minyak mentah dari bagi hasil PI Blok Cepu yang diterima BKS dijual kepada Pertamina.

Ketua BKS Blok Cepu, Hadi Ismoyo menyampaikan sedang melakukan penjajakan untuk menjual minyak mentah dari Lapangan Banyu Urip. Ada dua opsi yang sedang dijajaki yakni menjual secara mandiri (ekspor) dan bekerja sama ekspor dengan Pertamina. 

Baca Lainnya :

    "Kami masih menjajaki dua opsi itu. Koordinasi dengan direktur empat BUMD terus inten kami lakukan untuk memutuskan langkah strategis," ujar Hadi kepada suarabanyuurip.com, Jumat (25/9/2020).

    President Director PT. Petrogas Jatim Utama Cenda, BUMD Provisin Jatim itu menjelaskan jika memakai opsi menjual (ekspor) mandiri dinilai tidak fleksibel dan ekonomis dari sisi cashflow. Sebab, kapasitas kargo seperti Gagak Rimang minimal 600 ribu barel. Sedangkan minyak yang diperoleh BKS Blok Cepu hanya sekitar 200 ribu barel/bulan.

    Baca Lainnya :

      "Kalau kita menunggu ditampung dulu dan dilakukan penundaan penjualan tentu pendapatan yang diperoleh empat BUMD juga tertunda," jelasnya. 

      Sedangkan jika memakai opsi kedua, lanjut Hadi, hasil minyak mentah yang diperoleh BKS Blok Cepu bisa ikut ekspor bersama Pertamina. Karena Pertamina juga melakukan eksport.

      Selain itu, jika memakai opsi kedua-ekspor bersama Pertamina-BKS tidak perlu mempersiapkan perizinan maupun dokumen-dokumen ekspor. Di antaranya surat keterangan dari Pertamina, jenis minyak, dan titik serah.

      "Semua masih kita jajaki. Jumat minggu depan harus sudah diputuskan, karena kita harus bersurat ke Pertamina," pungkasnya. 

      Sebelumnya, Lalu M Syahril Majidi, President Director PT Asri Dharma Sejahtera (ADS), BUMD Bojonegoro, menyampaikan akan mengekspor minyak mentah dari bagi hasil PI Blok Cepu. 

      "Karena pasokan minyak mentah Pertamina sekarang ini berlebih. Sehingga tidak bisa membeli minyak dari BKS," ujar Syahril saat perundingan perjanjian damai gugatan PI Blok Cepu di salah satu hotel di Bojonegoro, Kamis (24/9/2020).  

      Untuk diketahui, dari 10 persen PI Blok Cepu dibagi empat BUMD. Yakni BUMD Bojonegoro mendapat 4,5%, Blora 2,28 %, Provinsi Jateng 1,1% dan Provinsi Jatim 2,2%.(suko)





       


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more