Bojonegoro Deklarasikan Pendidikan Inklusif

Sabtu, 14 Desember 2013, Dibaca : 2066 x Editor : nugraha

SuaraBanyuurip.com
BUTUH PERHATIAN : Salah satu siswa berkebutuhan khusus di Bojonegoro saat mengikuti deklarasi pendidikan inklusif.


SuaraBanyuurip.com -  Ririn Wedia

Bojonegoro-  Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur mendeklarasikan pendidikan inklusif yang dipusatkan di Alun-alun kota setempat, Sabtu (14/12/2013).

Bupati Bojonegoro, Suyoto, menegaskan, sejalan dengan Hak Asazi Manusia (HAM) bahwa pendidikan adalah hak dari seluruh manusia. Oleh karenanya sekolah harus menyediakan tempat bagi mereka yang memiliki kebutuhan khusus, yang tentunya tenaga pendidik dan kurikulum menyesuaikan yang menyesuaikan kebutuhan mereka.

"Pendidikan tidak harus diskriminasi dan mengakomodir pluralitas baik  masalah sosial maupun fisik. Sekolah menjadi tempat untuk mendapatkan pengetahuan dimanapun berada tanpa memandang bentuk fisik," kata Suyoto.

Dengan deklarasi ini diharapkan, dalam satu kecamatan minimal terdapat sekolah yang menyediakan fasilitas bagi mereka yang memiliki kekurangan fisik. Bahkan kedepan di setiap desa juga akan menyediakan sekolah bagi mereka.

"Kita harus bisa menerima keberadaan dan kehadiran mereka yang memiliki kebutuhan khusus dengan baik, karena ini merupakan bentuk kebhinekaan," tandas Suyoto.

Untuk itu dia meminta agar Dinas Pendidikan menyediakan layanan khusus kepada para siswa untuk dapat membantu dan menerima mereka menjadi bagian dalam kehidupan mereka sehari-hari.

Sementara itu Direktur Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus Kementerian Pendidikan Nasional, Dr Mujito dalam kesempatan ini menyampaikan rasa bahagia karena Bojonegoro menjadi salah satu pelopor pendidikan inklusif di Indonesia. Untuk wilayah Jawa Timur sendiri terdapat 6 kabupaten dan kota yang sudah mendeklarasikan pendidikan inklusif.

"Hal utama yang harus dilakukan adalah menyiapkan mental kita untuk bisa membimbing dan memberdayakan anak-anak saling mengasihi antar sesama," pesan Mujito.

Dari data Humas dan Protokol, dari jumlah penduduk di Bojonegoro, sebanyak 430.313 anak-anak berkebutuhan khusus di sekolah inklusif dan Sekolah Luar Biasa (SLB). Sementara untuk jenjang SD sebanyak 244 anak yang terbagi 6 penderita.

Yakni tuna netra, 5 penderita tuna rungu dan tuna wicara, 82 penderita tuna grahita, masing-masing 5 anak penderita Tuna daksa dan Tuna laras. 2 anak memiliki bakat istimewa dan 134 anak cerdas istimewa.(rien)


Ada 1 komentar
Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

iin anton, Sabtu, 21 Desember 2013 05:07
tolong disaat ujian uts atau uas untuk anak abk untuk diberikan pendampingan.anak saya abk, kls 3 sdn tikusan dia penderita cp

Show more