Desa Prayungan dan Kedungsumber Wakili Bojonegoro di Lomba Keterbukaan Informasi Publik 2020

Rabu, 21 Oktober 2020, Dibaca : 271 x Editor : nugroho

Ist
MEMBANGGAKAN : Kades Prayungan menyampaikan inovasi keterbukan informasi publik kepada tim penilai provinsi secara virtual.


SuaraBanyuurip.com - d suko nugroho

Bojonegoro - Dua desa di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, terpilih menjadi kandidat dalam lomba Keterbukaan Informasi Publik 2020. Dua desa tersebut adalah Desa Prayungan, Kecamatan Sumberrejo dan Desa Kedungsumber, Kecamatan Temayang. Pada Rabu (21/10/2020) dilakukan sesi wawancara oleh Komisi Informasi Provinsi Jawa Timur.

Proses wawancara digelar secara virtual di balai desa masing-masing oleh dua orang dari Komisi Informasi Provinsi Jawa Timur. Yakni Nur Aminuddin dan Edi Purwanto. Wawancara lebih banyak mengulas tentang tingkat partisipasi publik, inovasi di bidang keterbukaan, dan komitmen pemerintah desa dalam hal transparansi anggaran.

Baca Lainnya :

    “Saya mengapresiasi Desa Prayungan yang membuka akses seluasnya dalam bentuk offline maupun offline. Bagaimana tingkat partisipasi publik dan bagaimana indikatornya?” kata Edi Purwanto dari Komisi Informasi Provinsi Jawa Timur.

    Kepala Desa Prayungan, Kecamatan Sumberrejo, Imam Rofii menuturkan desa yang dipimpinnya selama ini mempunyai komitmen tinggi dalam kaitan keterbukaan informasi. Yakni melalui website, aplikasi, serta pertemuan-pertemuan tatap muka dengan warga.

    Baca Lainnya :

      “Tingkat partisipasi publik mencapai 60% lebih. Indikatornya, kehadiran warga dalam acara-acara Pemerintah Desa cukup tinggi. Biasanya dilakukan saat musyawarah,” katanya dalam keterangan tertulisnya.

      Desa Prayungan mempunyai aplikasi Ibuk e (info buku kependudukan elektronik) yang bisa digunakan warga untuk layanan surat kependudukan. Jadi, warga tidak harus selalu datang ke kantor desa, melainkan bisa memanfaatkan aplikasi Ibuk e.   

      “Prayungan juga telah mendapat penghargaan website desa terbaik se-Bojonegoro,” tambah Kades.

      Kini, lanjut dia, warga tidak tabu lagi untuk mendiskusikan soal anggaran desa. Karena semua anggaran bisa dilihat oleh warga melalui website dan papan informasi yang banyak dipasang di sejumlah titik. Dampak dari keterbukaan, tingkat kepercayaan warga ke pemerintah desa cukup tinggi. 

      “Dalam penanganan covid-19, desa dan warga saling bergotong royong,” tutur Imam.

      Sementara itu, Camat Sumberrejo Soemarsono menuturkan sangat mengapresiasi capaian Desa Prayungan dalam hal keterbukaan informasi. Pihaknya terus memotivasi desa-desa lainnya dalam layanan keterbukaan informasi publik yang akuntabel. 

      “Ini sangat penting kerena demi terciptanya pengelolaan anggara yang lebih tertib dan akuntabel, peningkatan kualitas SDM dan yang terpenting adalah masyarakat bisa mengakses informasi apa saja yang dibutuhkan secara transparan dan meningkatnya partisipasi masyarakat,” jelasnya. 

      Ia juga akan mendorong desa-desa lain untuk terus meningkatkan keterbukaan. Pemerintah desa juga didorong untuk menganggarkan di APBDes 2021 terkait sistem informasi desa (SID).  

      “Tujuannya untuk peningkatan keterbukaan publik,” tegasnya.(suko)



      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more