Dilema Pengelola Wisata Bojonegoro

Rabu, 29 Juli 2020, Dibaca : 322 x Editor : nugroho

dok/sbu
DILEMA : Pengelola wisata di Bojonegoro menunggu kepastian pembukaan kembali wisata di era adaptasi kebiasaan baru.


SuaraBanyuurip.com - d suko nugroho

Bojonegoro - Pembukaan kembali objek wisata di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, belum ada kepastian dari pemerintah kabupaten (Pemkab) setempat. Namun sejumlah tempat rekreasi di Bumi Angling Dharma -sebutan lain Bojonegoro- telah dipadati pengunjung setiap akhir pekan selama sebulan terakhir.

Agrowisata Kebun Belimbing Desa Ngringinrejo, Kecamatan Kalitidu, misalnya. Jumlah pengunjung objek wisata di bantaran Sungai Bengawan Solo itu sudah mencapai 15 ribu orang. 

Baca Lainnya :

    "Jumlah itu sejak pemerintah menetapkan kebijakan new normal," ujar  Priyo Sulistiyo, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Agrowisata Belimbing Ngringinrejo, Rabu (29/7/2020).

    Namun ramainya pengunjung tidak memberikan pendapatan. Pengelola Agrowisata Belimbing belum membuka secara resmi. Pengunjung bebas keluar masuk tanpa dikenai retribusi tiket.

    Baca Lainnya :

      "Masih nunggu petunjuk dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Sampai sekarang belum ada," ucap Priyo, panggilan akrabnya.

      Belum adanya kepastian dari pemerintah, lanjut dia, membuat pengelola wisata dilema. Di sisi lalin tidak bisa melarang pengunjung datang, namun juga tidak bisa menerapkan protokol kesehatan pencegahan virus corona atau Covid-19. 

      "Bagaimana kita mau menerapkan kepada pengunjung, kan belum ada petunjuk resmi," tegasnya. 

      Priyo berharap Disbudpar segera mengeluarkan petunjuk resmi tentang pembukaan kembali wisata di Bojonegoro kepada pengelola wisata.

      "Sebenarnya kita ingin buka secara resmi, karena pokdarwis sudah tidak ada pemasukan. sedangkan biaya perawatan dan kebersihan terus berjalan," harap Priyo.

      Senada disampaikan Sofyan, pengelola Wisata Edukasi Pejambon, Kecamatan Sumberrejo. Menurut dia, belum adanya kepastian tentang petunjuk pembukaan kembali objek wisata dari Disbudpar ini justru tidak bisa melakukan pencegahan penyebaran virus corona. 

      "Beda lagi jika sudah ada petunjuk teknisnya. Kita bisa menerapkan, dan mengawasi pengunjung," sambung Sofyan.

      Perangkat Desa Pejambon itu mengaku tidak bisa melarang pengunjung datang, meskipun mereka terkadang abai dalam menerapkan protokol kesehatan.

      "Kita sudah pasang banner imbauan, tapi karena banyaknya pengunjung ada yang tidak disiplin," ungkap Sofyan. 

      Ia berharap Disbupar segera memberikan kepastian dan mengeluarkan petunjuk resmi pembukaan kembali wisata di Bojonegoro. Agar bisa memberikan pendapatan baik kepada pengelola wisata maupun pedagang kecil. Sekaligus ikut melakukan pencegahan sebaran virus corona.

      "Sejak ditutup pertengahan Maret 2020 lalu, praktis tidak ada pendapatan. Justru kita harus keluar biaya untuk membersihkan sampah-sampah," pungkasnya. 

      Ketua Asosiasi Pegiat dan Pelaku Pariwisata Indonesia, Wahyu Setiawan, berharap agar kondisi pariwisata Bojonegoro khususnya dan Indonesia pada umumnya kembali normal.  Karena dengan terjadinya wabah covid 19 ini semua kegiatan pariwisata berhenti.

      "Disbudpar Bojonegoro harus segera mengeluarkan petunjuk resmi agar pengelola wisata mendapat kepastian," tegas Wahyu. 

      Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwista (Disbudpar) Bojonegoro, Budiyanto mengaku sedang berkoordinasi dengan pemerintah pusat melalui Kementrian Pariwisata Industri Kreatif dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, untuk menerapkan adaptasi kebiasaan baru di objek wisata.

      "Selain itu saat ini kamis terus melakukan sosialisasi adaptasi kebiasaan baru kepada pengelola wisata, sektor penggerak pariwisata seperti situs wisata, hotel, restoran dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan," ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisawa Bojonegoro, Budiyanto, Senin (27/7/2020).

      Budi berharap dengan sosialisasi yang dilakukan ini pengelola wisata dan masyarakat lebih siap melaksanakan adaptasi kebiasaan baru saat industri wisata dibuka kembali. Mulai dari memakai masker, membiasakan cuci tangan, dan jaga jarak.(suko) 


      .


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more