Diperiksa Kejaksaan, Kepala Pasar Induk Cepu Dicecar 15 Pertanyaan

Kamis, 02 Juli 2020, Dibaca : 664 x Editor : nugroho

Ahmad Sampurno
DALAM PENYELIDIKAN : Pejabat Pasar Induk Cepu mulai diperiksa Kejaksaan Negeri Blora terkait jual beli kios pasar.


SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora - Kejaksaan Negeri (Kejari) Blora, Jawa Tengah, telah memeriksa 13 orang untuk dimintai keterangan dalam kasus jual beli kios Pasar Induk Cepu. Pungutan liar (Pungli) tersebut berlangsung sejak 2018-2020.

Kepala Seksi Intel Kejaksan Negeri Blora Muhammad Adung menjelaskan 13 orang yang dimintai keterangan diantaranya 10 pedagang dan 3 orang pejabat di lingkungan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Wilayah II Cepu. 

Baca Lainnya :

    Penyelidikan jual beli kios pasar masih tahap awal. Sehingga belum bisa memberikan informasi banyak.

    "Sementara itu dulu aja,” ucap Muhammad Adung kepada suarabanyuurip.com, Kamis (2/7/2020).

    Baca Lainnya :

      Ketiga pejabat pasar daerah di bawah naungan Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (Dindagkop UMKM) Blora yang memenuhi undangan Kejaksaan Negeri Blora kemarin, adalah Kepala UPTD Pasar Wilayah II Cepu Moh. Sofaat, Kepala(Koordinator) Pasar Induk Cepu Sagi, dan Bendahara Pasar Induk Cepu Hartono. 

      Mereka datang bersama kuasa hukum. Yaitu Dedy Triwijayanto, dari Fighter HS Law Firm. Selain itu, mereka juga diminta untuk membawa dokumen-dokumen terakit.

      Kepala Pasar Induk Cepu, Sagi mengaku mendapat sekitar 15 pertanyaan dari penyidik kejaksaan. Pemeriksaan berlangsung sekitar 2 jam. 

      “Habis Adzan salat Dzuhur selesai. Terus istirahat makan,” ucapnya kemarin.

      Menurutnya, pertanyaan lebih kepada mencocokkan keterangan pedagang yang sebelumnya telah dipanggil kejaksaan. Terutama terkait status pasar dan kwitansi yang diberikan kepada pedagang. 

      “Awalnya gemetar dan takut. Lama kelamaan biasa saja. Penyidik minta agar jangan takut dan rileks,” tambahnya.

      Sagi mengungkapkan, sebelum datang ke kejaksaan hari ini, malamnya dia tidak bisa tidur. Begitu juga dengan sang istri. Dia bingung dan cemas. 

      Sagi berangkat dari rumah pukul 07.00 Wib. Setelah sampai Pasar Induk Cepu, ia menunggu teman-temannya dan berangkat bersama ke Kantor Kejaksaan Negeri Blora. 

      “Tidur ndak bisa nyenyak. Was-was, kepikiran terus,” bebernya.

      Sagi mengaku sebenarnya tidak ada niatan untuk melakukan tindakan melawan hukum. Semua yang dilakukan murni untuk membantu pedagang. Namun apapun itu, dia tetap akan mengikuti proses yang ada. 

      "Apa yang dikatakan pedagang benar semua,” ucapnya.(ams)



      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more