Kokok: Ada Hak Warga Belum Dipenuhi

Demo Pengeboran Air Tanah PPGJ

Rabu, 25 September 2013, Dibaca : 1964 x Editor : nugraha

SuaraBanyuurip.com
SAMPAIKAN ASPIRASI : Warga Sumber saat melakukan unjuk rasa menuntut penghentian pemboran air tanah PPGJ, Selasa kemarin.


SuaraBanyuurip.com - Ali Musthofa

Blora - Unjuk rasa yang dilakukan warga Sumber, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah yang menuntut agar pengeboran air tanah untuk Proyek Pengembangan Gas Jawa (PPGJ) di central processing plant (CPP) Gas Gundih dihentikan ditanggapi Bupati Blora, Djoko Nugroho. Orang nomor satu di birokasi Blora itu menilai unjuk rasa terjadi dikarenakan ada hak-hak masyarakat sekitar yang belum diberikan operator, Pertamina Eksplorasi dan Produksi maupun kontraktornya.

"Karena merasa ada hak belum terpenuhi, tidak masalah mereka unjukrasa,'' ujar Djoko Nugroho saat memberikan sambutan di hadapan 69 kepala desa dalam sosialisasi Program Pembangunan Infrastruktur Perdesaan (PPIP) APBN-P 2013, di Pendopo Rumah Dinas bupati, Rabu (25/9/2013).

Mantan Komandan Kodim Rembang itu menyatakan, hingga kini masih cukup banyak program-program PPGJ di area proyek belum dilaksanakan oleh perusahaan. Salah satunya perekrutan tenaga kerja yang mayoritas belum diambilkan dari warga sekitar. Padahal program tersebut sudah direncanakan sejak lama.

''Kalau PPGJ salah, ya harus dikatakan salah. Saya biarkan warga melakukan unjukrasa" tegas Kokok-sapaan akrab Bupati Djoko Nugroho.

Sedangkan perihal tuntutan warga tentang pengeboran air tanah, Kokok berjanji akan menjawabnya pada saat pertemuan formalnya.

"Untuk masalah air tanah, biar saya yang menjawabnya nanti,'' ungkap bupati kelahiran Kota Cepu ini.

Dalam proyek gas di CPP Gundih ini, produksi gas yang dihasilkan dari PPGJ di Desa Sumber akan dialirkan ke pembangkit listrik Tambaklorok di Semarang. Penggunaan gas tersebut bisa menghemat keuangan mencapai Rp 1,3 triliun pertahun.

"Dari keuntungan itu harus ada sebagian untuk alokasi pembangunan desa-desa di lokasi proyek," harap Kokok.

Sebagaimana diberitakan, ratusan warga Desa Sumber berunjukrasa menuntut penghentian pengeboran sumur air bawah tanah dalam Proyek Pertamina Gas Jawa (PPGJ). Penolakan itu karena ada kekhawatiran dari para petani bilamana pengeboran air tanah dilakukan, maka akan mengganggu sumber pengairan dan keberlangsungan hasil pertanian warga. Selain itu, warga juga menuntut keikutsertaan tenaga kerja lokal agar bisa bekerja di proyek gas negara ini.(ali)


Tidak ada komentar
Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more