Kudus Tertarik PBG Bojonegoro

Kamis, 06 November 2014, Dibaca : 1740 x Editor : nugroho

ririn wedia
BERI PENJELASAN : Kabid SMP/SMA/SMK Dinas Pendidikan Bojonegoro, Puji Widodo, beri penjelasan kepada Pemkab Kudus soal PBG.


SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, melakukan studi banding di Pusat Belajar Guru (PBG) Bojonegoro, Jawa Timur, untuk mempelajari sistem pendidikan yang diberikan kepada guru melalui sebuah pembelajaran dan pelatihan.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kudus, Hadi Sucipto, menyampaikan, ingin melihat lebih dekat bagaimana Dinas Pendidikan Bojonegoro bisa bekerjasama dengan pihak ketiga seperti operator Migas Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) dan Sampoerna Foundation dalam mengelola Pusat Belajar Guru (PBG).

Baca Lainnya :

    "Kami baru bekerjasama selama dua tahun dengan Djarum Foundation dalam bidang pendidikan, sehingga adanya PBG ini bisa menjadi contoh yang baik bagi kami," ujarnya.

    Sementara itu, Public and Government Affair Manajer EMCL, Rexy Mawardijaya, yang diwakili oleh Beta Witcaksono, menyampaikan, keberdaan PBG ini merupakan komitmen EMCL sebagai perusahaan hulu migas untuk peduli dalam membangun masyarakat yang memprioritaskan program Kemasyarakatan Penunjang Operasi (PKPO) ke dalam tiga pilar yakni Pendidikan, kesehatan, dan pengembangan Ekonomi.

    Baca Lainnya :

      "Salah satu program pengembangan pendidikan yang kami lakukan adalah memprakarsai pendirian Pusat Belajar Guru (PBG)," sambung Beta.

      Program ini merupakan kelanjutan dari program-program peningkatan kualitas guru dan kepala sekolah yang sudah dirintis bersama Putera Sampoerna Foundation dan Dinas Pendidikan sejak 2008 silam. Adapun kegiatan dalam program ini meliputi perbaikan dan peningkatan sarana dan prasarana gedung PBG serta pelatihan-pelatihan bagi para guru mulai tingkat PAUD hingga SMA.

      Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) SMP/SMA/SMK Dinas Pendidikan Bojonegoro, Puji Widodo, menyampaikan, adanya PBG ini menjadi sebuah spirit untuk membangun pendidikan Bojonegoro pada khsusunya dan Indonesia pada umumnya. Selain itu untuk mengatasi sumber daya manusia utamanya krisis karakter.(rien)

       


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more